Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Atasi Kebosanan Pernikahan

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Atasi Kebosanan Pernikahan

    Post  kuning on Sun Sep 18, 2011 5:21 am

    Atasi Kebosanan Pernikahan


    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memelihara cinta hingga akhir hayat. Namun tak dapat dipungkiri, rasa hambar atau bosan pasti akan menghiasi masa-masa pernikahan.

    Jika pernikahan menjadi rutinitas sehari-hari yang membosankan tanpa komunikasi yang lancar, kehidupan pernikahan bisa menjadi hambar. Inilah yang menjadi pemicu munculnya kecurangan dan perselingkuhan. Ingin pernikahan tetap awet? Berikut empat cara ampuh dari Oprah.com yang wajib Anda coba.

    1. Buat daftar positif dan negatif
    Buatlah daftar sifat-sifat positif dan negatif dari kedua orang tua Anda. Lalu, buat daftar yang serupa yang menggambarkan Anda dan pasangan Anda. Lihatlah koneksi yang terjalin. Pelajari dan analisa hasil tersebut, Anda pun akan belajar banyak dari kedua orang tua Anda bagaimana menghubungkan dua pribadi yang berbeda.

    2. Buat daftar yang disukai dan tidak disukai
    Tuliskan apa saja yang Anda sukai dan tidak Anda sukai dari pasangan Anda serta dari diri Anda sendiri. Lalu, bandingkan keduanya dan berbagilah dengan pasangan Anda.

    3. Atasi kebosanan dan frustasi
    Pikirkan bagaimana Anda menangani frustasi. Apakah Anda cenderung membesar-besarkan masalah atau menyembunyikannya? Jika Anda cenderung membesar-besarkan masalah, Anda adalah seorang 'maximizer', sedangkan jika Anda cenderung menyembunyikannya, Anda adalah 'minimizer'.

    Hampir di setiap hubungan selalu ada maximizer dan minimizer. Inilah sumber konflik. Cara untuk mengubah ini semua hanyalah dengan mencoba berubah menjadi apa yang dilakukan pasangan Anda, begitu pula pasangan Anda menjadi apa yang biasa Anda lakukan.

    Jika Anda berhasil melakukannya, Anda akan lebih mengerti posisi pasangan Anda.

    4. Diskusi
    Tanyakan pasangan Anda terkait kekecewaan terdalamnya terhadap Anda. Lalu, tanyakan apa yang dia sangat butuhkan dari Anda. Dengarkan setiap kata yang terucap tanpa bereaksi. Analisa sudut pandangnya, dan ungkapkan empati. Mendiskusikan keluh kesah masing-masing bisa menjadi cara untuk memahami satu sama lain.


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 4:51 pm