Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Curhat, Perilaku yang Bisa Memperkeruh Masalah Asmara

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    Curhat, Perilaku yang Bisa Memperkeruh Masalah Asmara

    Post  sangi on Sat Oct 01, 2011 6:21 am

    Curhat, Perilaku yang Bisa Memperkeruh Masalah Asmara


    Dalam setiap hubungan asmara yang kandas, ada salah satu pihak yang merasa paling sedih, dikecewakan dan terluka. Orang yang bisa menentukan sikap menghadapi hal tersebut akan lebih cepat sembuh dari rasa sakit hati yang berkelanjutan.

    Banyak yang melakukan curhat sebagai pelarian untuk merasa lebih tenang, namun menurut para psikolog, hal ini bisa menjadi bumerang dan memperkeruh keadaan. Dilansir oleh Times of India, berikut 3 cara menghadapi emosi negatif terhadap mantan, selain curhat.

    Tidak Menjelek-jelekkan
    Baru-baru ini Brad Pitt mengatakan kepada publik bahwa dirinya menyesal dan tidak bahagia hidup dengan Jennifer Ansiton. Aksi 'curhat kepada media' tersebut tentunya mengundang respon publik yang negatif dan membuat dirinya meminta maaf tak lama kemudian. Varkha Chulani, psikolog dan terapis kejiwaan di India mengatakan, "ketika sebuah hubungan berakhir, hanya yang bisa bersikap dewasa justru memilih untuk tutup mulut. Sisanya justru akan menjelek-jelekkan mantannya dalam konteks curhat untuk merasa lebih baik, yang mana hal ini bukan hal yang pantas dilakukan."

    Dr Seema Hingorrany, menambahkan bahwa hubungan adalah kerja keras, dimana sebuah pasangan menginvestasikan emosinya. Wajar jika ada perasaan kehilangan dan terpuruk saat hubungan berakhir. Namun perlu diingat bahwa meluapkan emosi negatif dengan menjelek-jelekkan seseorang, hal ini akan menjadi bumerang pada diri sendiri. Segera kesampingkan memori lama dan mulailah awal yang baru.

    Diam itu Emas
    Perlu dimengerti bahwa orang tidak perlu beralasan untuk membenarkan apa yang salah dalam hubungan sebelumnya. Jika secara tidak disengaja Anda bertemu mantan, cukup bersikap sopan dan wajar. Sapa dan tidak usah banyak basa-basi. Saat berkumpul dengan teman-teman, hindarilah pembahasan hal ini, karena berujung menjelek-jelekkan sang mantan atau kembali mengingat pahitnya memori yang lama. Hal ini akan menunjukkan diri Anda sebagai seseorang yang memiliki integritas dan harga diri.

    Buang Jauh-Jauh Emosi Negatif
    Saat hubungan masih berjalan, kebiasaan membahas kejelekan pasangan kepada orang lain merupakan salah satu perilaku kekanakan yang sering diperbuat. Seharusnya, membicarakan masalah bukan kepada orang lain, namun pada sumber masalah itu sendiri, yakni si pasangan. Cepat atau lambat, ketika hubungan berakhir maka cerita jelek tersebut akan sampai ke telinga sang mantan.

    Pertimbangkan juga bahwa masalah asmara bukanlah urusan orang lain dan bukan untuk dibagi dengan orang lain. Camkanlah bahwa jika Anda tidak memiliki hal yang bagus untuk dibicarakan tentang mantan, tidak usah buka mulut. Salurkan emosi negatif kepada hal lain yang lebih berguna, seperti pekerjaan, olahraga maupun travelling.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 3:43 pm