Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif

    Post  rizka on Mon Oct 03, 2011 3:30 am

    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif



    Selama ini wanita karir sering cemas meninggalkan anaknya di rumah, karena takut anaknya alami gangguan perilaku. Namun menurut penelitian, anak tetap tumbuh normal meski ibunya bekerja.

    Peneliti dari University College London, Dr Anne McMunn mengungkap hal itu setelah melakukan pengamatan terhadap 13.000 anak di Inggris. Anak-anak dari berbagai latar belakang pekerjaan orangtua itu diamati saat baru lahir, lalu diamati lagi perilakunya pada umur 3 dan 5 tahun.

    Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan pada perilaku anak-anak yang ibunya bekerja dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya selalu ada di rumah. Kesimpulan ini menenteramkan 64 persen wanita karir di Amerika Serikat yang tercatat masih memiliki anak balita.

    Bahkan menurut penelitian tersebut, perkembangan perilaku pada anak-anak yang selalu ditinggal bekerja oleh kedua orangtuanya justru lebih baik dibandingkan jika kedua orangtuanya adalah pengangguran. Hal ini lebih dipengaruhi oleh faktor pendapatan dalam keluarga.

    Meski secara umum tidak terpengaruh oleh pekerjaan orangtua khususnya ibu, anak laki-laki lebih rentan mengalami gangguan perilaku jika ibunya pengangguran. Hal yang sama juga dialami oleh anak perempuan, yang rentan menjadi hiperaktif jika ayahnya tidak punya pekerjaan.

    "Wanita karir tidak perlu merasa bersalah saat meninggalkan anaknya di rumah, selama ada yang mengurusnya. Justru karir seorang ibu memberi pengaruh positif bagi keuangan keluarga dan juga teladan bagi anak-anaknya," ungkap Dr McMunn seperti dikutip dari WebMD.

    Sebelumnya, banyak yang meyakini bahwa karir seorang ibu bisa membuat anaknya terlantar dan rentan mengalami gangguan perilaku antara lain GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas). Namun dengan penelitian baru ini, para ibu tidak perlu cemas untuk menjalankan karir sembari tetap mengurus anak.

    Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:19 am