Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif

    Post  rizka on Mon Oct 03, 2011 3:30 am

    Ditinggal Ibu Kerja, Anak Tak Jadi Hiperaktif



    Selama ini wanita karir sering cemas meninggalkan anaknya di rumah, karena takut anaknya alami gangguan perilaku. Namun menurut penelitian, anak tetap tumbuh normal meski ibunya bekerja.

    Peneliti dari University College London, Dr Anne McMunn mengungkap hal itu setelah melakukan pengamatan terhadap 13.000 anak di Inggris. Anak-anak dari berbagai latar belakang pekerjaan orangtua itu diamati saat baru lahir, lalu diamati lagi perilakunya pada umur 3 dan 5 tahun.

    Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan pada perilaku anak-anak yang ibunya bekerja dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya selalu ada di rumah. Kesimpulan ini menenteramkan 64 persen wanita karir di Amerika Serikat yang tercatat masih memiliki anak balita.

    Bahkan menurut penelitian tersebut, perkembangan perilaku pada anak-anak yang selalu ditinggal bekerja oleh kedua orangtuanya justru lebih baik dibandingkan jika kedua orangtuanya adalah pengangguran. Hal ini lebih dipengaruhi oleh faktor pendapatan dalam keluarga.

    Meski secara umum tidak terpengaruh oleh pekerjaan orangtua khususnya ibu, anak laki-laki lebih rentan mengalami gangguan perilaku jika ibunya pengangguran. Hal yang sama juga dialami oleh anak perempuan, yang rentan menjadi hiperaktif jika ayahnya tidak punya pekerjaan.

    "Wanita karir tidak perlu merasa bersalah saat meninggalkan anaknya di rumah, selama ada yang mengurusnya. Justru karir seorang ibu memberi pengaruh positif bagi keuangan keluarga dan juga teladan bagi anak-anaknya," ungkap Dr McMunn seperti dikutip dari WebMD.

    Sebelumnya, banyak yang meyakini bahwa karir seorang ibu bisa membuat anaknya terlantar dan rentan mengalami gangguan perilaku antara lain GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas). Namun dengan penelitian baru ini, para ibu tidak perlu cemas untuk menjalankan karir sembari tetap mengurus anak.

    Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 8:39 am