Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Pria Ternyata Boleh Menangis

    Share

    flade

    938
    23.09.09

    Pria Ternyata Boleh Menangis

    Post  flade on Tue Oct 04, 2011 3:58 pm

    Pria Ternyata Boleh Menangis


    Menangis merupakan ekspresi umum untuk mengungkapkan kekecewaan maupun kesedihan. Karena menangis adalah ekspresi emosional yang lekat dengan sifat kewanitaan, maka banyak pria menghindari meneteskan air mata.

    Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Psychology of Men & Masculinity menyebutkan bahwa seseorang yang menangis setelah kalah atau kehilangan sesuatu ternyata memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menyembunyikan emosinya. Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang menunjukkan kasih sayang fisik kepada orang lain disinyalir lebih bahagia.

    Para peneliti mempelajari pendapat gender mengenai menangis serta pengaruhnya pada aspek lain dalam kehidupan. Sebanyak 150 pemain sepak bola berusia rata-rata 19 tahun membaca sebuah cerita olahraga yang berakhir kekalahan. Mereka juga ditanyakan mengenai kepuasan hidup secara keseluruhan.

    Temuannya mengungkap, mayoritas para atlet merasa kalau menangis merupakan stereotip gender feminin. Separuhnya lagi menyatakan kalau mereka merasa tertekan untuk berekspresi menangis. Selain itu studi juga menemukan, atlet yang tidak pernah menunjukkan perhatian terhadap rekan mereka kurang puas dengan kehidupan mereka.

    "Secara keseluruhan, pemain yang ekspresif secara emosional lebih mungkin untuk memiliki keunggulan mental di dalam dan di luar lapangan," kata peneliti Jesse Steinfeldt, seorang psikolog di Universitas Florida seperti dikutip dari Live Science.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 4:37 am