Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Pembalut Dulunya Dari Kulit Kelinci

    Share
    avatar
    lea

    391
    Age : 32
    08.03.09

    Pembalut Dulunya Dari Kulit Kelinci

    Post  lea on Wed Oct 05, 2011 1:47 pm

    Pembalut Dulunya Dari Kulit Kelinci


    Sudah jamak bagi seorang wanita untuk mendapatkan haid setiap bulannya. 'Penyakit' bulanan ini mulai terjadi sejak wanita berusia sekitar 11 tahun. Setelah itu, seorang wanita akan mengalami siklus menstruasi selama 31 sampai 44 tahun sepanjang hidupnya.

    Sepanjang siklus menstruasi yang berlangsung antara 2 sampai 7 hari ini, setiap wanita memerlukan pembalut yang nyaman. Padahal, saat pertama kali ditemukan, yaitu pada abad ke-10, pembalut yang digunakan oleh suku Indian Inuit di Eskimo hanya berupa bantalan dari kulit kelinci. Sedangkan di Uganda, pembalutnya berupa potongan kulit pohon. Yang kemudian populer adalah penggunaan pembalut dari potongan-potongan kain bekas.

    Pembalut lalu berevolusi hingga ditemukan pembalut sekali pakai. Ide awalnya berasal dari perawat yang memakai perban dari bubur kayu untuk menyerap darah menstruasi. Saat itu, pembalut jenis ini dianggap cukup murah untuk dibuang setelah dipakai dan bahan bakunya gampang didapat.
    Beralih dari bubur kertas, pembalut lalu dibuat dari wol dan katun dengan bentuk persegi dan diberi lapisan penyerap. Pada ujung depan dan belakang dipasang pengait untuk dikaitkan ke sabuk khusus yang dipakai di bawah pakaian dalam. Desain model begini merepotkan karena sering selip ke depan atau belakang.
    Lalu timbul ide untuk memberi perekat pada bagian bawah pembalut untuk dilekatkan pada pakaian dalam. Pada pertengahan 1980-an pembalut bersabuk lenyap dari pasaran digantikan pembalut berperekat. Seperti yang ada saat ini.

    Berbicara tentang pembalut tentu juga tidak boleh melupakan faktor kebersihan. Malas mengganti pembalut bisa berakibat keputihan atau penyakit kelamin seperti yang dituturkan oleh dr. Ryan Thamrin dalam acara talkshow 'Shine with Charm' di Kampus Perbanas, Setiabudi, Selasa, 4 Oktober 2011.

    "Jangan pernah sepelekan kebersihan daerah intim saat menstruasi. Ada lima hal penyebab wanita kurang memperhatikan penggantian pembalut atau pantyliner. Malu, khawatir WC tidak bersih, malas, hemat, lupa. Padahal jika tidak diindahkan, dapat berisiko terkena infeksi, mulai dari keputihan hingga penyakit kelamin," ujar ginekolog dan seksolog ini.

    Dokter muda ini juga menyarankan untuk memilih pembalut yang bisa menunjang kenyamanan beraktivitas. "Pilihlah pembalut yang nyaman, terutama yang tidak menimbulkan kebocoran dan iritasi pada daerah kulit sekitar vagina. Tidak hanya itu, perhatikan durasi pemakaian dengan mengganti pembalut setiap 2-4 jam sekali," urainya lebih lanjut.



      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 1:34 pm