Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Di Australia, Jadi Laki-laki Tak Harus Punya Penis

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Di Australia, Jadi Laki-laki Tak Harus Punya Penis

    Post  niagara on Fri Oct 07, 2011 6:44 am

    Di Australia, Jadi Laki-laki Tak Harus Punya Penis


    Untuk bisa diakui sebagai laki-laki, kaum transgender di Australia tidak perlu melakukan operasi ganti kelamin yang harganya sangat mahal. Asal dari luar sudah tampak seperti laki-laki, maka jenis kelamin di KTP sudah boleh diubah.

    Pengadilan Tinggi Australia menetapkan, karakteristik untuk mengidentifikasi seorang lelaki hanya terbatas pada karakteristik fisik yang bisa dikenali oleh lingkungan sosialnya. Ini berarti, organ seksual yang tertutup pakaian tidak harus diperiksa.

    Keputusan ini disambut gembira oleh 2 transgender di Australia yang terlahir sebagai perempuan, namun sudah diterapi hormon sehingga tidak mungkin hamil. Keduanya juga sudah menjalani pengangkatan payudara, namun operasi ganti kelamin belum dilakukan karena terlalu mahal.

    Dalam 3 tahun terakhir, keduanya mati-matian memperjuangkan haknya untuk diakui sebagai laki-laki sejati. Kedua kaum trangender yang tidak disebutkan namanya ini menolak ganti kelamin karena selain mahal juga sangat berisiko karena harus merombak organ dalamnya.

    "Pengadilan tinggi sudah memutuskan sesuatu yang masuk akal. Sangat tidak realistis menyuruh orang menjalani operasi yang secara medis tidak diperlukan, tidak praktis dan merepotkan," ungkap salah seorang transgender seperti dikutip dari Telegraph.

    Operasi ganti kelamin memang bukan prosedur yang sederhana, sangat rumit dan berisiko tinggi. Selain harus didahului dengan terapi hormon untuk mengubah sistem reproduksinya dari dalam, dokter juga harus merombak organ dalam termasuk mengangkat rahim bagi yang ingin jadi laki-laki.

    Setelah organ dalam dibenahi, dokter akan membuatkan penis dari jaringan kulit yang diambil dari bagian tubuh yang lain. Jaringan untuk menumbuhkan penis biasanya diambil dari kulit di sekitar perut, lalu masih butuh beberapa tahap operasi agar hasilnya sempurna.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 1:00 pm