Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Today at 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    7 Cara Kurangi Dampak Buruk Televisi Pada Anak

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    7 Cara Kurangi Dampak Buruk Televisi Pada Anak

    Post  clara on Sat Oct 08, 2011 7:35 am

    7 Cara Kurangi Dampak Buruk Televisi Pada Anak


    Tidak bisa dipungkiri televisi saat ini jadi bagian hidup sehari-hari anak. Bahkan ada orangtua yang sampai menjadikan televisi sebagai baby sitter anak.

    Kalau hal di atas Anda lakukan, tentu akan membahayakan untuk anak. Menurut psikolog anak Vera Itabiliana, terlalu banyak menonton televisi bisa mempengaruhi daya konsentrasi anak. Menonton televisi lebih dari empat jam sehari juga cenderung membuat anak mengalami obesitas. Gara-gara televisi, anak juga bisa menjadi konsumtif.

    "Malah sebuah penelitian di Indonesia membuktikan, 54% anak lebih suka nonton TV daripada main sama ayahnya," ujar Vera dalam talkshow 'Memanfaatkan Program Televisi untuk Kegiatan Home Schooling' yang digelar oleh KidZania dan Indovision di KidZania Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/11).

    Terlepas dari dampak buruknya, tetap saja televisi tidak bisa dilepaskan dari keseharian anak dan orangtuanya. Televisi pun tak melulu berefek buruk pada anak asalkan orangtua bisa bersikap bijak.

    Vera menjelaskan beberapa manfaat dari menonton televisi di antaranya:

    1. Meningkatkan kosakata anak
    2. Anak bisa belajar banyak hal baru
    3. Meningkatkan minat anak pada hal baru
    4. Memiliki ikatan dengan tokoh atau acara yang ditonton
    5. Menciptakan momen kebersamaan keluarga.

    Melihat manfaat di atas, tidak ada salahnya jika orangtua menjadikan televisi sebagai sahabat untuk anak. Namun ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak buruk televisi dan memaksimalkan manfaatnya, seperti dijelaskan oleh Vera:

    1. Perhatikan penempatan televisi. Jangan berikan anak televisi khusus di kamarnya. Taruh televisi di tempat yang anak tetap bisa diawasi dan didampingi saat menonton.
    2. Batasi waktu anak menonton televisi, cukup 1-2 jam sehari.
    3. Dampingi anak saat menonton televisi
    4. Seleksi acara yang ditontonnya
    5. Seleksi perannya. Jangan sampai Anda malah menjadikan televisi sebagai babysitter.
    6. Pastikan selalu ada alternatif kegiatan selain menonton televisi. Misalnya saja, bermain sepeda, puzzle, berkebun, dan lain-lain.
    7. Orangtua harus memberi contoh pada anak. Contohnya, ketika baru pulang kerja, jangan langsung duduk di depan televisi berjam-jam.



      Waktu sekarang Fri Aug 18, 2017 7:26 pm