Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi

    Post  lea on Tue Oct 11, 2011 4:24 pm

    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi


    Ketika seseorang kehilangan penglihatan karena cedera atau penyakit, yang rusak biasanya adalah mata atau serat saraf yang menyalurkan gambar dari mata ke otak. Dengan menggunakan rangsangan listrik, mata yang buta bisa melihat lagi.

    Setidaknya dua tahun setelah kehilangan penglihatannya, bagian otak tempat di mana gambar yang diterima oleh mata diinterpretasikan sebenarnya masih siap mendeteksi dan memahami sinyal yang masuk dari mata.

    Berawal dari kondisi itu, peneliti berupaya merangsang daerah otak ini agar orang buta bisa melihat lagi tanpa memperbaiki indera penglihatannya yang rusak.

    Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology Departemen Ilmu Kognitif dan Otak, berinsiatif untuk memasok sinyal listrik yang ditafsirkan otak sebagai gambar langsung menuju ke korteks visual otak, daerah otak yang memproses sinyal saraf penglihatan dari mata. Korteks visual otak ini terletak di bagian belakang otak dan luasnya seperempat bagian belakang otak.

    Peneliti tidak melakukan perbaikan mata atau serat saraf yang telah usang, namun hanya melakukan rangsangan listrik.

    Untuk penelitian itu, ilmuwan melatih dua monyet jantan bernama Hank dan Malibu yang didudukkan di depan layar besar. Monyet itu belajar bahwa setiap kali melihat dua angka terpisah pada layar, monyet akan mendapatkan hadiah berupa setetes jus apel.

    Setiap monyet yang mampu mempelajari keterampilan baru tersebut, peneliti mendengarkan pola pesan listrik yang melewati sel-sel korteks visualnya. Peneliti juga mencatat pola-pola khas suatu gambar yang sedang diproses oleh otak menggunakan mikro elektroda yang dipasang secara hati-hati di di balik tengkorak monyet.

    Ketika saraf penglihatan monyet dirangsang menggunakan listrik dengan gambar berbentuk lingkaran, matanya segera bisa menangkapnya, bahkan ketika tidak ada gambar pada layar di depannya. Ketika peneliti memberikan sinyal listrik dengan gambar lingkaran yang lebih besar dan meletakkannya di samping lingkaran kecil yang diproyeksikan pada layar di depan monyet, Hank dan Malibu bisa melihat lingkaran baru yang lebih besar dengan menggeser tatapannya langsung ke sana.

    Ketika lingkaran yang dihasilkan oleh arus listrik lebih terang dari yang ada di layar, kedua monyet bisa melihat perbedaan kecerahannya dengan menggerakkan matanya ke lingkaran yang paling terang seperti yang sudah diajarkan.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini menjelaskan bahwa gambar yang dibuat oleh stimulasi listrik ke otak terbukti dapat terlihat. Tapi warna yang dihasilkan masih berkisar dari merah muda dan ungu hingga beberapa nuansa kuning.

    Susunan elektroda mampu memberikan ransangan listrik terhadap 256 buah sel otak di korteks visual dan gambar dikirimkan pada sepotong bidang penglihatan yang sempit.

    Dengan merangsang lebih banyak neuron, bidang penglihatannya bisa melebar. Dengan memperkuat kekuatan arus listrik, peneliti mengatakan bisa meningkatkan ketajaman penglihatan.

    "Ini hanyalah langkah pertama dalam proses panjang membangun saraf yang dapat membantu manusia buta melihat lagi. Perlu waktu 10 tahun untuk menerjemahkan apa yang dipelajari dari monyet untuk dapat diterapkan pada manusia, meskipun korteks visual monyet memiliki pengaturan sama seperti otak manusia," kata Peter H. Schiller, penulis utama penelitian tersebut seperti dikutip dari Los Angeles Times.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 3:21 am