Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi

    Post  lea on Tue Oct 11, 2011 4:24 pm

    Aliran Listrik ke Otak Bantu Orang Buta Melihat Lagi


    Ketika seseorang kehilangan penglihatan karena cedera atau penyakit, yang rusak biasanya adalah mata atau serat saraf yang menyalurkan gambar dari mata ke otak. Dengan menggunakan rangsangan listrik, mata yang buta bisa melihat lagi.

    Setidaknya dua tahun setelah kehilangan penglihatannya, bagian otak tempat di mana gambar yang diterima oleh mata diinterpretasikan sebenarnya masih siap mendeteksi dan memahami sinyal yang masuk dari mata.

    Berawal dari kondisi itu, peneliti berupaya merangsang daerah otak ini agar orang buta bisa melihat lagi tanpa memperbaiki indera penglihatannya yang rusak.

    Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology Departemen Ilmu Kognitif dan Otak, berinsiatif untuk memasok sinyal listrik yang ditafsirkan otak sebagai gambar langsung menuju ke korteks visual otak, daerah otak yang memproses sinyal saraf penglihatan dari mata. Korteks visual otak ini terletak di bagian belakang otak dan luasnya seperempat bagian belakang otak.

    Peneliti tidak melakukan perbaikan mata atau serat saraf yang telah usang, namun hanya melakukan rangsangan listrik.

    Untuk penelitian itu, ilmuwan melatih dua monyet jantan bernama Hank dan Malibu yang didudukkan di depan layar besar. Monyet itu belajar bahwa setiap kali melihat dua angka terpisah pada layar, monyet akan mendapatkan hadiah berupa setetes jus apel.

    Setiap monyet yang mampu mempelajari keterampilan baru tersebut, peneliti mendengarkan pola pesan listrik yang melewati sel-sel korteks visualnya. Peneliti juga mencatat pola-pola khas suatu gambar yang sedang diproses oleh otak menggunakan mikro elektroda yang dipasang secara hati-hati di di balik tengkorak monyet.

    Ketika saraf penglihatan monyet dirangsang menggunakan listrik dengan gambar berbentuk lingkaran, matanya segera bisa menangkapnya, bahkan ketika tidak ada gambar pada layar di depannya. Ketika peneliti memberikan sinyal listrik dengan gambar lingkaran yang lebih besar dan meletakkannya di samping lingkaran kecil yang diproyeksikan pada layar di depan monyet, Hank dan Malibu bisa melihat lingkaran baru yang lebih besar dengan menggeser tatapannya langsung ke sana.

    Ketika lingkaran yang dihasilkan oleh arus listrik lebih terang dari yang ada di layar, kedua monyet bisa melihat perbedaan kecerahannya dengan menggerakkan matanya ke lingkaran yang paling terang seperti yang sudah diajarkan.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini menjelaskan bahwa gambar yang dibuat oleh stimulasi listrik ke otak terbukti dapat terlihat. Tapi warna yang dihasilkan masih berkisar dari merah muda dan ungu hingga beberapa nuansa kuning.

    Susunan elektroda mampu memberikan ransangan listrik terhadap 256 buah sel otak di korteks visual dan gambar dikirimkan pada sepotong bidang penglihatan yang sempit.

    Dengan merangsang lebih banyak neuron, bidang penglihatannya bisa melebar. Dengan memperkuat kekuatan arus listrik, peneliti mengatakan bisa meningkatkan ketajaman penglihatan.

    "Ini hanyalah langkah pertama dalam proses panjang membangun saraf yang dapat membantu manusia buta melihat lagi. Perlu waktu 10 tahun untuk menerjemahkan apa yang dipelajari dari monyet untuk dapat diterapkan pada manusia, meskipun korteks visual monyet memiliki pengaturan sama seperti otak manusia," kata Peter H. Schiller, penulis utama penelitian tersebut seperti dikutip dari Los Angeles Times.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 4:52 pm