Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cara Berhenti Makan Karena Emosional

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Cara Berhenti Makan Karena Emosional

    Post  lea on Wed Oct 12, 2011 1:58 pm

    Cara Berhenti Makan Karena Emosional


    Sangat mudah untuk menjadikan makanan sebagai pelarian dan banyak orang yang kehilangan kontrol makan saat sedang sedih, bahagia atau stres. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa membantu menghentikan makan berlebihan karena emosional.

    Kadang orang memiliki hari yang sangat menegangkan kemudian dengan mengonsumsi beberapa makanan yang tinggi kalori bisa lebih menenangkan dan membuatnya merasa lebih baik.

    Makanan juga dapat mengisi kekosongan dalam hidup, seperti kurangnya hubungan cinta atau semangat untuk pekerjaan. "Hanya dengan mengakui dan mengidentifikasi penyebab emosi kita bisa punya hubungan yang sehat dengan makanan," kata Geneen Roth, penulis buku 'Women, Food and God'.

    Lima cara yang dapat membantu mengatasi makan berlebihan karena emosional seperti dikutip USNewsHealth, antara lain:

    1. Menentukan pemicu

    Sangat perlu untuk memperhatikan keadaan emosional yang sedang dialami ketika makan berlebihan padahal tidak merasa lapar. Mungkin hal tersebut disebabkan karena stres, bosan atau sedih.

    "Orang sering berpaling ke makanan atau menjadikan makanan sebagai pelarian untuk mengekspresikan kondisi emosional," kata Roth.

    Orang yang mungkin merasa kesepian mungkin akan mencari kesenangan dan keasyikan dari semangkuk es krim atau sekantong keripik. "Tanyakan pada diri sendiri mengenai kondisi emosional ketika makan berlebihan padahal tidak lapar," kata Roth.

    2. Menahan makan berlebihan saat sedang emosional

    Pertimbangkan apa yang akan terjadi jika sedang sedih, stres atau bosan tapi tidak makan. Mungkin pada tingkat bawah sadar Anda percaya bahwa ini akan tambah berantakan jika membiarkan kesedihan atau stres dengan makan berlebihan. Atau mungkin seseorang yang sedang sedih tidak akan berhenti menangis jika tidak menjadikan makanan sebagai pelarian.

    Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba ketika kita sedang sedih atau stres untuk menahan keinginan makan berlebihan jika tidak sedang lapar. "Biarkan diri kita untuk merasakan kebosanan, kesedihan atau kecemasan secara wajar tanpa menjadikan makanan sebagai pelarian," kata Roth.

    3. Bila sedang lapar, makanlah dengan penuh kesadaran

    Makanlah dengan penuh kesadaran, sesuai dengan yang diperlukan tubuh. Hal tersebut akan mencegah orang untuk makan secara berlebihan. Sehingga dapat berhenti makan ketika perut sudah cukup terisi, tidak sampai merasa kekenyangan.

    4. Akhiri diet yang berlebihan

    Obsesi untuk mendapatkan berat badan yang diinginkan kadang membuat sebagian orang melakukan diet yang berlebihan. Ketika telah melakukan diet yang berlebihan justru akan sangat mengganggu keseimbangan emosi. Ketika emosi tidak seimbang, seseorang akan lebih mudah stres dan merasa sedih.

    Ketika hal tersebut terjadi, seseorang akan cenderung menjadikan makanan sebagai pelarian. Sehingga seseorang tersebut ketika sudah makan berlebihan, mungkin akan merasa bersalah pada komitmen untuk diet. Rasa bersalah tersebut dapat membuat seseorang mengalami bulimia dan anorexia, dimana cenderung akan memuntahkan semua makanan yang telah dimakan.

    5. Mencari tahu apa yang terjadi pada diri

    Kebanyakan orang mungkin tidak pernah memperhatikan penyebab atau alasan mengapa melakukan suatu hal. Hal tersebut mungkin terjadi karena seseorang tidak ingin mengetahui fakta buruk mengenai dirinya. Roth merekomendasikan praktek Buddhis dimana memungkinkan diri sendiri memeriksa pikiran dan tindakan yang telah dilakukan dengan kebaikan dan rasa ingin tahu.

    "Duduk diam selama 20 menit dan merasakan sensasi di sekitar seperti bau udara, nuansa pakaian dan suara tubuh membuat. Kemudian mulai berinteraksi dengan sensasi-sensasi yang berhubungan dengan memori atau perasaan tertentu seperti ketegangan atau kesepian. Duduklah dengan sensasi-sensasi tersebut, pikiran dan rasa ingin tahu tanpa berusaha untuk mengalihkan perhatian," kata Roth.

    Setelah melakukan itu dapat menimbulkan perasaan takjub yang akan membantu orang untuk memperhatikan kebaikan dalam hidup. Penting untuk melihat berapa banyak yang sudah dimiliki dan untuk merasa bersyukur daripada menggunakan makanan untuk membuat diri merasa baik.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:33 pm