Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    3 Kondisi yang Membuat Persalinan Terasa Begitu Nyeri

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    3 Kondisi yang Membuat Persalinan Terasa Begitu Nyeri

    Post  derinda on Mon Oct 24, 2011 6:26 am

    3 Kondisi yang Membuat Persalinan Terasa Begitu Nyeri


    Melahirkan kadang dianggap horor karena rasanya begitu menyakitkan. Meskipun sudah ada obat penghilang rasa nyeri pada proses persalinan tetapi dinilai kurang membantu. Persalinan yang begitu nyeri terjadi dalam 3 kondisi ini.

    Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi nyeri persalinan. Namun 3 kondisi ini paling banyak yang mengeluhkan rasa sakit luar bisa yaitu wanita yang pertama kali melahirkan, wanita gemuk dan wanita yang lama persalinannya.

    Karena ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi nyeri persalinan, Nitin K. Sekhri MD dari Columbia University Medical Center berusaha menggunakan model matematika untuk menghitung semua variabel yang mengarah pada penghitungan data yang digunakan untuk pengobatan nyeri pada 3 kondisi itu.

    Dengan bantuan peneliti dari dokter dan ahli bedah Columbia University College, Rumah Sakit Sharp Mary Birch di San Diego dan University of California San Fransisco, Dr Sekhri dan rekan-rekan mewawancarai 800 orang wanita melahirkan. Dia mengumpulkan informasi mengenai etnis, usia, berat badan, tinggi badan, berapa kali telah melahirkan sebelumnya, apakah kelahirannya diinduksi, berapa minggu usia kehamilan dan berat bayi.

    Skor nyeri dicatat setiap jam sampai wanita mencapai pelebaran penuh leher rahim. Dr Sekhri dan timnya menemukan bahwa wanita di bawah usia 25 tahun melaporkan skor nyeri yang lebih tinggi bahkan setelah penempatan epidural.

    Dr Sekhri berspekulasi bahwa wanita yang lebih muda mungkin memiliki sistem dukungan sosial yang lemah dan mekanisme tubuh untuk mengatasi rasa sakit di tubuhnya lebih rendah.

    "Kebanyakan wanita yang menerima kateter epidural dengan nyaman selama persalinan. Tetapi dalam beberapa kasus, kateter epidural tidak membantu wanita menghilangkan rasa sakit atau hanya sedikit membantu. Bahkan ada beberapa wanita yang masih terus merasa sakit setelah penempatan epidural," kata Dr Sekhri seperti dikutip dari Newswise.com.

    Epidural merupakan suatu metode penyuntikan obat penahan rasa sakit (analgesik) melalui kateter atau tabung kecil yang ditempatkan ke dalam suatu ruang di tulang belakang. Penyuntikan ini dapat menyebabkan hilangnya sensasi (anestesi) dan rasa sakit (analgesik) dengan cara menghalangi penyampaian sinyal saraf sumsum tulang belakang.

    Metode epidural adalah metode yang relatif aman untuk menghilangkan nyeri pada persalinan. Pada banyak kasus persalinan, metode ini cepat menghilangkan rasa nyeri. Cara ini dianggap lebih efektif daripada metode pembiusan lain saat melahirkan.

    Wanita yang mengalami obesitas melaporkan nyeri lebih besar setelah penempatan metode epidural daripada wanita dengan indeks massa tubuh normal. Perbedaan ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa metode epidural terkadang lebih sulit diterapkan pada wanita gemuk dan tabung kateter lebih mudah bergeser karena obesitas sehingga menyebabkan aliran obat tidak tepat sasaran.

    "Memahami bahwa wanita yang lebih muda, wanita gemuk dan wanita yang lama mengalami persalinan berisiko nyeri bahkan setelah penempatan epidural dapat membantu dokter dan perawat mengidentifikasi pasien yang rentan. Hal ini memungkinkan tim medis yang merawat pasien agar lebih memperhatikan pasien yang berisiko dan mempercepat intervensi," kata Dr Sekhri.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 8:52 am