Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sinar Matahari Pagi Bagus Untuk Kesehatan

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Sinar Matahari Pagi Bagus Untuk Kesehatan

    Post  via on Thu Oct 27, 2011 8:57 am

    Sinar Matahari Pagi Bagus Untuk Kesehatan


    Banyak anggapan yang menyatakan bahwa terlalu sering terpapar sinar matahari di siang hari bisa berisiko kanker kulit. Tapi jika pagi hari, sinar matahari justru memberi banyak manfaat.

    Seperti yang dikutip dari Daily Mail, berjemur pada siang maupun sore hari dapat meningkatkan risiko hingga lima kali lipat terkena kanker kulit. Hal ini dikarenakan protein yang dihasilkan oleh tubuh untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan sinar ultraviolet bekerja paling aktif pada pagi hari.

    Oleh karena itu, para ilmuwan menyarankan, sebaiknya berjemur dilakukan sebelum waktu makan siang. Bahkan menurut tim peneliti dari North Carolina University, sinar matahari pagi dapat bantu mengurangi risiko terkena kanker kulit.

    Kesimpulan di atas didapat dari sebuah penelitian yang melibatkan tikus-tikus sebagai objek percobaan. Dalam tes tersebut ditemukan bahwa tikus yang terkena paparan sinar UV mendapatkan risiko lima kali lebih besar terkena tumor kulit, dibandingkan dengan tikus yang mendapatkan dosis sinar UV yang sama di malam hari.

    Para peneliti di Amerika percaya bahwa hasil tersebut berkerja sebaliknya pada manusia karena tikus lebih aktif di malam hari dan memiliki jam tubuh yang terbalik.

    Profesor Aziz Sancar, yang memimpin penelitian di North Carolina University, telah melakukan penelitian lain yang menunjukkan bahwa kadar protein XPA --protein yang bisa memperbaiki kerusakan DNA-- dapat berkurang sepanjang hari. Menurutnya, protein tersebut juga bisa dikendalikan oleh jam tubuh. Ia yakin bahwa tingkat XPA pada manusia berada pada tingkat paling tinggi pada jam 7 pagi.

    "Penelitian kami menyarankan bahwa membatasi waktu berjemur atau mengnjungi 'booth tanning' pada pagi hari dapat mengurangi risiko kanker kulit pada manusia," ujarnya.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:01 pm