Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Orangtua Tolak Pendidikan Seks Karena Anak Bakal Tahu Sendiri

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Orangtua Tolak Pendidikan Seks Karena Anak Bakal Tahu Sendiri

    Post  lea on Sat Oct 29, 2011 10:12 am

    Orangtua Tolak Pendidikan Seks Karena Anak Bakal Tahu Sendiri


    Banyak orangtua enggan menjelaskan tentang seksualitas kepada anaknya karena beranggapan anak akan tahu dengan sendirinya setelah dewasa. Padahal hal ini justru dapat membuat anak memperoleh informasi yang salah dan menyesatkan.

    'Seks adalah sesuatu yang alami'. Seringkali orangtua mengatakan hal ini kepada anak-anak yang beranjak remaja ketika anak-anak mulai bertanya mengenai seks khususnya bila anak perempuan mengalami haid pertama atau anak lelaki mengalami mimpi basah.

    Banyak orangtua enggan, malu atau tabu menjelaskan tentang seksualitas kepada anak-anaknya sehingga beranggapan bahwa anak-anak akan tahu dengan sendirinya setelah dewasa.

    "Kebisuan tentang seks dalam keluarga sangat mungkin karena banyak orangtua juga tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang seksualitas manusia. Kalaupun mereka cukup memadai pengetahuan seksualitasnya, namun seringkali tidak tahu bagaimana menyampaikan secara tepat kepada anak-anaknya," jelas Irwan M. Hidayana, MA, dari Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, dalam acara National Symposium and Workshop on Sexology 2011 di Hotel Le Meridien.

    Sementara dalam era globalisasi, beragam informasi tentang seksualitas dapat dengan mudah diperoleh oleh kaum remaja, termasuk informasi yang salah dan menyesatkan.

    Menurut Irwan, cukup banyak survei yang telah memperlihatkan bahwa pengetahuan remaja tentang seksualitas dan reproduksi masih terbatas dan lebih sering mereka mendapatkan informasi dari kelompok sebaya dan media massa.

    "Norma-norma seksual 'tradisional' mendapatkan tantangan dari dinamika seksual era globalisasi. Sebagian norma, menurut saya, menjadi mitos seksual yang perlu dibongkar karena menyebabkan masyarakat tidak memiliki pengetahuan seksualitas yang benar dan memadai. Mitos-mitos itu membuat masyarakat menjadi hipokrit, memaki dan menghujat atas nama moral apabila ada skandal seks, tetapi diam-diam mengintip dan menikmati skandal seks itu," jelas Irwan.

    Secara khusus, Irwan menyatakan memberikan pendidikan seksualitas komprehensif (menyeluruh) kepada remaja menjadi hal yang tidak dihindari kalau kita ingin membongkar mitos-mitos tersebut dan membentuk remaja yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksualnya.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 4:50 am