Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Remaja yang Kurang Tidur Berisiko Obesitas

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Remaja yang Kurang Tidur Berisiko Obesitas

    Post  lea on Sat Oct 29, 2011 10:19 am

    Remaja yang Kurang Tidur Berisiko Obesitas


    Anda yang memiliki anak remaja, perlu mewaspadai pola tidurnya. Menurut penelitian, remaja yang kurang tidur, khususnya pria, berisiko mengalami obesitas.

    Penelitian tersebut dipresentasikan di meeting tahunan American College of Chest Physicians (ACCP), di Honolulu, Amerika Serikat, 24 Oktober lalu. Dalam penelitian itu, ada 108 murid pria dan 147 murid wanita sekolah menengah atas di Texas.

    Dari penelitian itu ditemukan, rata-rata waktu tidur para murid itu di hari sekolah adalah 6 jam 32 menit untuk pria dan 6 jam 30 menit untuk wanita. Sedangkan waktu tidur di akhir pekan, 9 jam 10 menit untuk remaja pria dan 9 jam 22 menit untuk remaja wanita.

    Remaja pria yang tidur 7 jam atau kurang di hari sekolah, rata-rata indeks massa tubunya (BMI: Body Mass Index), 3,8% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur lebih 7 jam. Sedangkan remaja wanita yang tidur 7 jam atau kurang di hari sekolah, indeks masa tubuhnya 4,7% lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur lebih dari 7 jam.

    Para peneliti juga mencatat, remaja pria yang tidur kurang dari 8 jam setiap malamnya bersiko obesitas. Sedangkan mereka yang kurang tidur di hari sekolah memiliki indeks masa tubuh tertinggi. Pada remaja wanita, peneliti tidak menemukan hubungan antara obesitas dengan kurangnya waktu tidur di hari sekolah.

    "Tidur adalah makanan untuk otak. Saat remaja tidak tidur cukup, mereka akan mengantuk di kelas, berusaha keras untuk konsentrasi dan terlihat serta merasa stres, mudah sakit, sulit melakukan tugasnya karena kelelahan," urai pengagas penelitian itu Lata Casturi dari Baylor College of Medicine Sleep Center, Houston, Amerika Serikat, seperti dikutip Health.

    Ia menambahkan, remaja yang tidurnya kurang dari delapan jam mengonsumsi kalori lebih banyak ketimbang yang tidur lebih dari delapan jam. "Oleh karena itu mereka lebih besar risikonya terkena obesitas dan memiliki masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, jantung dan stroke," tutur Casturi.

    Dari penelitian Casturi dan rekan-rekannya terungkap juga, kurang tidur dapat menurunkan kadar hormon leptin. Hormon tersebut lah yang memerintah otak saat Anda sudah merasa kenyang. Kurang tidur membuat kadar hormon ghrelin (hormon yang membuat orang lapar) meningkat jumlahnya.

    "Saat kurang tidur, jumlah leptin menurun, sehingga Anda tidak pernah merasa kenyang setelah makan. Kurang tidur juga membuat kadar ghrelin naik, sehingga menstimulasi orang untuk merasa lapar, sehingga ingin makan lagi," jelas peneliti lainnya, Dr Radha Rao dari DeBakey VA Medical Center, Houston.

    Berkaca pada penelitian di atas, orangtua harus menyadari pentingnya waktu tidur pada anak remaja kita. Usahakan agar anak tidak begadang terlalu sering yang bisa membuat mereka mudah lapar sehingga akhirnya kerap ngemil di malam hari.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 7:20 am