Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Si Kecil Suka Memukul, Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Si Kecil Suka Memukul, Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Post  ariana on Sun Oct 30, 2011 11:08 am

    Si Kecil Suka Memukul, Bagaimana Cara Mengatasinya?


    Keshia yang berusia 2,5 tahun mulai memukul teman sepermainannya di tempat penitipan anak, saat ibunya Dina, sedang bekerja. Sebelum kejadian itu, Keshia adalah anak yang selalu bersikap tenang.

    Apakah anak Anda mulai suka memukul? Atau mungkin buah hati Anda mulai suka membenamkan giginya ke lengan teman-teman sepermainannya?

    Memang jadi suatu hal menantang ketika buah hati Anda yang masih balita mulai bersikap agresif. Sikapnya itu mungkin bisa membuat Anda merasa kesal, malu atau malah khawatir. Anda pun bertanya-tanya apa sebenarnya yang memicu tindakan agresif mereka tersebut.

    Di Balik Kebiasaan Menggigit

    Pertama-tama, Anda tidak perlu khawatir bahwa malaikat kecil Anda tiba-tiba berubah menjadi setan kecil. "Perilaku semacam ini sering muncul seiring waktu dalam kehidupan anak ketika kemampuan bahasa mereka masih berkembang dan mereka tidak bisa mengekspresikan apa yang ingin mereka katakan," ujar Kim Watts, manajer Pusat Pembelajaran Dini Ryerson di Toronto, Kanada.

    Sikap tersebut juga bisa muncul ketika mereka merasa kesal karena tidak ada yang memahami mereka. "Atau (ketika melihat-red) seseorang memiliki sesuatu yang ingin mereka miliki," tambah Watts. Pemicu lainnya dapat berupa perubahan dalam kehidupan sang anak, seperti memiliki adik baru, dan sebagainya.

    Jadi apa yang bisa Anda lakukan? "Jika kita berfikir bahwa semua anak memang bersifat agresif dan kita harus mendisiplinkan mereka secara keras, kita akan sampai di era dimana kita 'melatih' para balita itu, bukan malah membantu mereka," ujar Jean Clinton, seorang psikiater anak di Hamilton dan anggota Canadian Paediatric Society’s Mental Health and Developmental Dis-abilities Committee.

    "Bagaimana Anda mengatasi hal ini berdampak cukup besar dalam hal tumbuh kembang anak, khusunya dalam membangun empati dan berhubungan dengan orang lain," tambahnya.

    Para ahli mengatakan konsistensi dapat membantu Anda mengatasi perilaku anak saat mereka mulai agresif. Berikut tips yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Todays Parent:

    1. Fokuskan Perhatian Anda
    "Pendekatan yang dapat kita lakukan, berkata pada anak dengan suara yang tegas, 'Stop melakukan itu! Aku (ibu atau ayah) tidak menyukainya, itu membuat sakit,'" ujar Watts. Kemudian, sebaiknya Anda memfokuskan perhatian Anda kepada anak yang dipukul oleh si kecil. Tanyakan apakah memang anak itu merasakan sakit atau tidak.

    "Lalu ajak si kecil untuk melihat mengapa temannya yang menangis (karena dipukul olehnya) dan usahakan libatkan anak dalam usaha menenangkan temannya yang menangis tersebut," tambah Watts.

    2. Alihkan Perhatiannya
    Apabila anak Anda menginginkan mainan yang dimainkan oleh orang lain, coba katakan padanya, "Oh, kamu sangat menginginkan mainan itu? Mainlah dengan yang ini terlebih dahulu, kemudian kita bisa gantian."

    3. Bantu Anak untuk Berkomunikasi Ketimbang Memukul
    Peringatkan anak Anda untuk tidak memukul orang lain karena itu akan menyakiti tubuh dan perasaan temannya atau orang yang dipukul. Lalu, berikan contoh bagaimana sebaiknya dia berbicara atau bernegosiasi untuk menyelesaikan masalah yang timbul pada saat itu.

    4. Cegah Anak Bersikap Agresif
    Coba perhatikan kapan anak Anda akan mencapai "titik kemarahan" dan cegah ia melakukan tindakan agresif sebelum ia sempat melakukannya. Ajarkan kepadanya cara menyampaikan kepada anak lain bahwa ia mulai marah, tanpa harus bersikap agresif.

    5. Berikan Contoh Pada Anak
    Berlatihlah bergantian dengan balita Anda dan jelaskan kepadanya, "Ini giliran aku, sekarang giliran kamu." Atau bantu ia saat berhadapan langsung dengan situasi yang ada. Misalnya saat ada anak lain sedang membaca buku yang dia inginkan. Coba katakan: "Dia sedang membaca buku itu sekarang. Ini buku yang sedang tidak dibaca siapapun, bisakah kamu membaca yang ini saja?"

    Sedikit kelembutan tidak ada salahnya juga Anda terapkan untuk mengatasi anak saat berperilaku agresif. "Kadang-kadang, apabila hal-hal tersebut tidak berhasil dengan anakku, aku akan menghampirinya, berkata kepadanya bahwa semuanya baik-baik saja, dan memperingatkannya untuk tidak melempar mainan," ujar Bojcic.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 1:11 am