Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong

    Post  lea on Tue Nov 01, 2011 7:02 am

    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong


    Makanan manis tak selamanya buruk karena menyebabkan diabetes melainkan juga bisa untuk memprediksi kepribadian seseorang. Orang yang suka makanan manis cenderung memiliki karakter yang 'manis' dalam arti cenderung lebih suka menolong dibandingkan orang yang suka makanan gurih atau tidak berasa sama sekali.

    "Semua orang merasakan makanan setiap hari. Penelitian kami ingin mencari tahu apakah pemilihan rasa dan pengalaman dapat digunakan untuk menjelaskan ciri-ciri kepribadian dan perilaku," kata rekan penulis penelitian, Brian Meier, PhD seperti dikutip dari MedicalNewsToday.com.

    Para peneliti dari North Dakota State University dan Sekolah Tinggi Gettysburg menemukan bahwa partisipan yang memilih makanan manis (sepotong coklat Dove) lebih mungkin membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan dengan sukarela dibandingkan dengan relawan yang memilih makanan tak manis (keripik) atau tidak memilih makanan tertentu.

    Penelitian ini juga agaknya mengamini pandangan masyarakat bahwa orang yang suka makanan manis (seperti permen atau kue coklat) lebih menyenangkan atau suka menolong orang yang membutuhkan.

    "Hasil ini mengejutkan. Orang-orang yang suka menolong dan ramah dianggap 'manis' karena rasa tampaknya memiliki sedikit kesamaan dengan kepribadian atau perilaku. Teori-teori psikologi terbaru mendorong kami berhipotesis bahwa persamaan tersebut tampaknya tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk menambah wawasan mengenai kepribadian dan perilaku," ungkap Meier.

    "Hasil penelitian kami menunjukkan ada hubungan yang kuat antara rasa manis dan perilaku suka menolong. Temuan ini mengungkapkan bahwa metafora dapat menyebabkan prediksi yang unik dan provokatif mengenai perilaku dan kepribadian seseorang," kata peneliti, Michael D. Robinson, profesor psikologi North Dakota State University.

    Penelitian ini menunjukkan orang yang menyukai makanan manis memiliki ciri kepribadian yang lebih menyenangkan dan lebih mungkin untuk menjadi sukarelawan seperti membersihkan kota setelah banjir besar dibandingkan dengan orang yang tidak menyukai makanan manis.



      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 10:22 am