Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong

    Share
    avatar
    lea

    391
    Age : 32
    08.03.09

    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong

    Post  lea on Tue Nov 01, 2011 7:02 am

    Penggemar Makanan Manis Cenderung Suka Menolong


    Makanan manis tak selamanya buruk karena menyebabkan diabetes melainkan juga bisa untuk memprediksi kepribadian seseorang. Orang yang suka makanan manis cenderung memiliki karakter yang 'manis' dalam arti cenderung lebih suka menolong dibandingkan orang yang suka makanan gurih atau tidak berasa sama sekali.

    "Semua orang merasakan makanan setiap hari. Penelitian kami ingin mencari tahu apakah pemilihan rasa dan pengalaman dapat digunakan untuk menjelaskan ciri-ciri kepribadian dan perilaku," kata rekan penulis penelitian, Brian Meier, PhD seperti dikutip dari MedicalNewsToday.com.

    Para peneliti dari North Dakota State University dan Sekolah Tinggi Gettysburg menemukan bahwa partisipan yang memilih makanan manis (sepotong coklat Dove) lebih mungkin membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan dengan sukarela dibandingkan dengan relawan yang memilih makanan tak manis (keripik) atau tidak memilih makanan tertentu.

    Penelitian ini juga agaknya mengamini pandangan masyarakat bahwa orang yang suka makanan manis (seperti permen atau kue coklat) lebih menyenangkan atau suka menolong orang yang membutuhkan.

    "Hasil ini mengejutkan. Orang-orang yang suka menolong dan ramah dianggap 'manis' karena rasa tampaknya memiliki sedikit kesamaan dengan kepribadian atau perilaku. Teori-teori psikologi terbaru mendorong kami berhipotesis bahwa persamaan tersebut tampaknya tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk menambah wawasan mengenai kepribadian dan perilaku," ungkap Meier.

    "Hasil penelitian kami menunjukkan ada hubungan yang kuat antara rasa manis dan perilaku suka menolong. Temuan ini mengungkapkan bahwa metafora dapat menyebabkan prediksi yang unik dan provokatif mengenai perilaku dan kepribadian seseorang," kata peneliti, Michael D. Robinson, profesor psikologi North Dakota State University.

    Penelitian ini menunjukkan orang yang menyukai makanan manis memiliki ciri kepribadian yang lebih menyenangkan dan lebih mungkin untuk menjadi sukarelawan seperti membersihkan kota setelah banjir besar dibandingkan dengan orang yang tidak menyukai makanan manis.



      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 1:45 am