Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Keringat Manusia Lebih Bau Dibanding Gorila

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Keringat Manusia Lebih Bau Dibanding Gorila

    Post  clara on Sun Nov 06, 2011 5:05 am

    Keringat Manusia Lebih Bau Dibanding Gorila


    Orang yang bermasalah dengan bau badan jangan diledek baunya mirip gorila, bisa-bisa gorila tersinggung. Diakui atau tidak, penelitian membuktikan bahwa manusia punya bau keringat paling menyengat di antara semua makhluk selain tumbuhan.

    Berkat bau keringatnya yang paling menyengat itulah, manusia menjadi mangsa paling menarik bagi berbagai jenis nyamuk penyebar parasit. Akibatnya menusia lebih rentan dibanding binatang untuk terkena penyakit-penyakit bersumber nyamuk seperti malaria dan yellow fever (demam kuning).

    Lantas apa yang menyebabkan keringat manusia lebih berbau dibanding binatang?

    Penelitian yang dilakukan oleh Renate Smallegange dari Wageningen University membuktikan, komposisi keringat manusia didominasi oleh senyawa volatil atau mudah menguap. Di antaranya adalah karbon dioksida, amonia, asam laktat dan 7 senyawa karboksilat.

    Bukan itu saja, koloni mikroba yang menghuni permukaan kulit manusia boleh dibilang paling beragam. Beberapa jenis mikroba mampu membuat senyawa yang tidak volatil menjadi volatil (mudah menguap), sehingga bau keringat menjadi semakin menyengat.

    Smallegange juga membandingkan komposisi keringat pada manusia dengan keringat pada beberapa spesies binatang. Hasilnya membuktikan, jika sama-sama tidak mandi maka bau keringat manusia sebenarnya paling bau dibanding spesies lain di keluarga binatang.

    Jerapah dan ayam misalnya, keringat yang dikeluarkan dari kulit maupun bulunya memiliki komposisi jauh lebih sederhana karena hanya terdiri dari beberapa senyawa karbosilat. Simpanse dan gorila yang dikatakan paling dekat kekerabatannya dengan manusia, komposisi keringatnya juga lebih sederhana.

    "Senyawa-senyawa volatil pada keringat manusia diduga kuat menjadi faktor utama yang membuat banyak nyamuk hanya tertarik pada manusia," ungkap Smallegange dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Trends in Parasitology, seperti dikutip dari MSNBC.

    Dugaan ini sejalan dengan beberapa penelitian lain yang membuktikan bahwa nyamuk paling tertarik pada bau badan manusia. Salah satunya mengatakan, karbon dioksida yang berasal dari keringat dan pernapasan bisa menarik perhatian nyamuk demam berdarah.



      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 7:50 am