Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita Pintar Harus Pura-pura Bodoh Demi Bisa Nikah?

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Wanita Pintar Harus Pura-pura Bodoh Demi Bisa Nikah?

    Post  lea on Sun Nov 13, 2011 9:03 am

    Wanita Pintar Harus Pura-pura Bodoh Demi Bisa Nikah?


    Banyak anggapan yang mengatakan bahwa wanita yang terlalu pintar akan sulit menemukan pasangan. Oleh karena itu, ia harus berpura-pura bodoh agar para pria mau menikahinya. Benarkah begitu?

    Menteri Inggris urusan Universitas dan Ilmu Pengetahuan, David Willetts, memprediksi hubungan dan struktur rumah tangga tradisional akan berubah seiring dengan kehidupan seks yang lebih seimbang dan fakta bahwa wanita kini memiliki gaji yang lebih besar daripada pria. Kondisi itu membuat wanita sukses harus 'menurunkan kepintaran' mereka agar bisa memilih pria yang 'kurang berkualitas'. Para wanita sukses itu bisa jadi juga lebih membutuhkan pria yang mendukung karirnya ketimbang yang mendukung dalam segi finansial.

    Beberapa ahli berpendapat serupa dengan Willets. Nantinya wanita akan sangat sulit menemukan pria dengan status sosial yang sama. Para ahli percaya akan semakin banyak wanita yang menjadi pencari nafkah utama dan lebih banyak pria tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak.

    David Willetts melihat ada bukti jelas soal prediksinya itu. Bukti tersebut bisa dilihat di sekolah dan universitas yang kini menunjukkan banyak pria 'tertinggal' dan wanita jauh lebih maju serta pintar.

    "Bukannya saya tidak setuju dengan keadaan wanita yang baik sekarang ini, tetapi sekarang terlihat celah yang mencolok, jika Anda melihat statistik, tampak sekitar 50 persen wanita yang lulus dari universitas saat mereka berusia 30 tahun, sedangkan pria hanya 40 persen"," ujarnya.

    "Data ini dapat menyebabkan perubahan dalam pola hidup berumah tangga. Jadi banyak beberapa pertanyaan mendalam mengenai hal ini," tambah Willetts, seperti dikutip dari Daily Mail.

    Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Centre di Philadelphia, Amerika Serikat menunjukkan bahwa kondisi tersebut banyak dialami oleh wanita berkulit hitam. Di Amerika, 70 persen wanita berkulit hitam tidak memiliki suami dan ada dua kali lebih banyak wanita kulit hitam yang lulus universitas dibandingkan laki-lakinya.

    Banyak wanita Inggris berpendidikan, meyakini bahwa suami tradisional yang berkualitas sudah jarang ditemukan. Hal tersebut diungkapkan oleh Claire Davis, wanita 33 tahun yang bekerja di jasa keuangan dan tinggal di selatan London.

    "Saya memiliki pekerjaan yang bagus, memiliki rumah sendiri dan dapat banyak melakukan apa yang saya inginkan, tapi banyak pria yang saya temui bukan benar-benar dari kaliber yang tepat. Jika saya melihat teman-teman saat di universitas, pria cenderung melakukan sesuatu tidak sebaik wanita," ujar Davis pada majalah The Times.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:31 pm