Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Deteksi Pikun Lewat Hidung

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Deteksi Pikun Lewat Hidung

    Post  kuning on Fri Nov 18, 2011 6:12 am

    Deteksi Pikun Lewat Hidung


    Sejumlah ilmuwan membuat terobosan dalam bentuk tes untuk mendiagnosis Alzheimer atau pikun. Tes dilakukan hanya dengan menganalisis kondisi hidung.

    Adalah Profesor Boris Schmidt dari timnya dari Technische Universitat Darmstadt, Jerman, yang menemukan metode tersebut. Dari endapan protein penyebab Alzheimer yang terdeteksi melalui tes tersebut, risiko Alzheimer sudah dapat terlihat sebelum gejala fisik muncul.

    Endapan protein tersebut mengandung senyawa beracun yang disebut tau. Protein yang biasa ditemukan di sel otak penderita Alzheimer itu rupanya juga terbentuk di mukosa membran hidung, jauh sebelumnya gejala kepikunan muncul.

    Seiring bertambahnya usia, endapan protein yang menumpuk di dalam sel otak yang sewaktu-waktu dapat 'meledak' dan merusak memori penderita. Saat inilah, gejala fisik Alzheimer mulai muncul. "Dengan tes ini, tahapan diagnosis Alzheimer bisa dilakukan dengan lebih akurat," kata Schmidt kepada Daily Express.

    Schmidt mengatakan, tes dilakukan dengan konsumsi obat atau menyemprotkan cairan tertentu yang dapat mendeteksi endapan protein di dalam hidung. "Semakin banyak kami menemukan protein tau di hidung, semakin meningkatkan risiko kerusakan struktur otak di kemudian hari."

    Paparan studi Universitas Pennsylvania mengungkap, penderita Alzheimer bertambah dua kali lipat setiap lima tahun. Alzheimer mempengaruhi 13 persen orang berusia di atas 65 tahun dan sampai 50 persen dari orang yang berusia di atas 85 tahun. Sebanyak 90 persen kasus Azheimer terjadi lewat serangan tak terduga.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:50 am