Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Menilai Si Penyayang Lewat Bahasa Tubuh

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Menilai Si Penyayang Lewat Bahasa Tubuh

    Post  kuning on Mon Nov 21, 2011 11:12 am

    Menilai Si Penyayang Lewat Bahasa Tubuh


    Jika ingin tahu apakah pasangan adalah tipe seorang yang perhatian, ceritakan masalah Anda padanya. Namun, jangan khawatir soal nasehat yang dia berikan, tetapi fokuslah terhadap bahasa tubuhnya saat mendengarkan Anda.

    Pria yang mengangguk, tersenyum dan terlihat simpatik ketika mendengar masalah orang lain lebih mungkin memiliki gen 'kasih sayang' yang membuat mereka lebih peduli dan memerhatikan pasangan.

    Para ilmuwan dari AS dan Kanada selama riset mencatat 23 relawan yang mendengarkan pasangan mereka yang sedang mengalami masalah. Video ini kemudian ditunjukkan tanpa suara kepada orang asing tak lebih dari 20 detik untuk dinilai betapa baik atau peduli si pendengar.

    Hasilnya, pria dan wanita yang dinilai memiliki hati paling baik cenderung memiliki gen yang terkait oksitosin tinggi. Hormon ini sering disebut 'hormon peduli' yang memengaruhi sensitivitas dan memerhatikan orang lain.

    Penulis Aleksandr Kogan dari Universitas Toronto mengatakan "Temuan kami menunjukkan bahwa variasi genetik memiliki dampak yang nyata pada perilaku masyarakat. Perbedaan-perbedaan perilaku dengan cepat diperhatikan oleh orang lain."

    Para ilmuwan mengatakan, temuan memiliki implikasi penting, namun menekankan bahwa faktor genetik dan non-genetik lainnya juga membantu memengaruhi kepribadian seseorang.

    Penelitian sebelumnya mengaitkan kepribadian telah mengaitkan orang dengan kepribadian terbuka cenderung lebih senang mengambil risiko, mengalami stres dan autisme. Meski banyak penelitian yang menunjukkan orang dapat akurat menilai status sosial dan kepribadian orang lain, tidak ada seorang yang diuji melalui pengamatan langsung terkait genetik mereka.

    Sarina Saturn, asisten profesor psikologi di Universitas Oregon mengatakan, "Tidak mungkin kita memperbaiki orang yang bersifat asosial, tetapi kita mengakui mereka mungkin dipengaruhi genetik. Sehingga mereka mungkin butuh sedikit dorongan," katanya seperti dimuat dalam Daily Mail.


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 8:42 pm