Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih

    Post  via on Tue Nov 29, 2011 6:23 am

    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih


    Di zaman sosial media, hal yang sangat mudah untuk berhubungan dengan siapapun, termasuk dengan mantan kekasih. Namun, ada perbedaan besar antara pertemanan kalian di dunia maya dan kenyataan.

    Bagaimana jika Anda dan mantan kekasih yang baru putus harus sering bertemu karena berada di lingkungan pekerjaan yang sama? Apakah baik-baik saja untuk berteman atau hal ini dapat merusak hari-hari Anda?

    Seperti dilansir dari laman Shine, Pendiri Divorce Detox, Allison Pescosolido, M.A dan Andra Brosh, Ph.D menyarankan untuk menegaskan kembali apa arti "teman".

    "Bekerja di lingkup yang sama dan memiliki beberapa hal yang sama tidak selalu berarti pertemanan," kata mereka. "Tetap tenang dan apabila mungkin definisikan kembali hubungan sehingga Anda tidak bingung ketika akan berinteraksi. Kami menyarankan hindari pertemuan intim dan berbagi informasi pribadi untuk menghindari kebingungan atau perasaan buruk," katanya.

    Itu artinya, buatlah batasan dari awal sehingga Anda yakin bisa menjaga pertemanan yang sehat dan menolak untuk kembali terjebak dalam kebiasaan lama dan hubungan yang tidak sehat dengan mantan.
    "Ramahlah, namun tegas untuk menghindari keintiman palsu," mereka menyarankan.
    "Batasi hubungan dan jangan mengangkat telepon darinya saat larut malam, hindari komunikasi berlebihan atau SMS lucu. Hindari apa pun yang biasa Anda lakukan ketika masih bersamanya."

    Tentu saja ketika mulai berhubungan dengan orang baru, jangan berharap lebih dengan hubungan pertemanan tersebut. Terutama ketika pasangan baru Anda mulai merasa terancam dengan kehadiran 'mantan' anda.

    "Kesetiaan Anda untuk hubungan baru Anda, jadi sangat penting untuk menghargai permintaan pasangan baru Anda," ungkap Pescosolido dan Brosh. "Jika mereka merasa tidak aman, mungkin ini saat yang tepat untuk memeriksa kesesuaian hubungan Anda dengan mantan."

    Tapi bagaimana jika Anda yang merasa terancam dengan pacar baru mantan Anda? Dan tak bisa berhenti cemburu setiap kali dia memilih kekasih barunya ketimbang Anda? "Itu adalah pemicu dan peringatan besar bahwa Anda benar-benar butuh bantuan profesional untuk melanjutkan hidup," ungkap mereka.

    "Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan kemungkinan bahwa Anda masih memikirkan mantan karena berharap bisa rujuk dengannya. Memiliki kekasih baru berarti, mantan kekasih memang ingin melanjutkan kehidupannya bersama orang lain."

    Berikut beberapa alasan bisa menjadikan mantan sebagai teman:
    1. Anda benar-benar cocok sebagai teman daripada menjadi pacar
    2. Anda harus bekerja dalam satu grup yang sama
    3. Anda tidak bisa melepaskannya

    Alasan untuk tidak berteman:
    1. Anda meninggalkan semua kenangan bersamanya
    2. Anda tidak bisa melanjutkan hidup sepenuhnya dengan kehadirannya
    3. Karena akan terlihat canggung bila menjadi teman.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:39 pm