Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih

    Post  via on Tue Nov 29, 2011 6:23 am

    Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih


    Di zaman sosial media, hal yang sangat mudah untuk berhubungan dengan siapapun, termasuk dengan mantan kekasih. Namun, ada perbedaan besar antara pertemanan kalian di dunia maya dan kenyataan.

    Bagaimana jika Anda dan mantan kekasih yang baru putus harus sering bertemu karena berada di lingkungan pekerjaan yang sama? Apakah baik-baik saja untuk berteman atau hal ini dapat merusak hari-hari Anda?

    Seperti dilansir dari laman Shine, Pendiri Divorce Detox, Allison Pescosolido, M.A dan Andra Brosh, Ph.D menyarankan untuk menegaskan kembali apa arti "teman".

    "Bekerja di lingkup yang sama dan memiliki beberapa hal yang sama tidak selalu berarti pertemanan," kata mereka. "Tetap tenang dan apabila mungkin definisikan kembali hubungan sehingga Anda tidak bingung ketika akan berinteraksi. Kami menyarankan hindari pertemuan intim dan berbagi informasi pribadi untuk menghindari kebingungan atau perasaan buruk," katanya.

    Itu artinya, buatlah batasan dari awal sehingga Anda yakin bisa menjaga pertemanan yang sehat dan menolak untuk kembali terjebak dalam kebiasaan lama dan hubungan yang tidak sehat dengan mantan.
    "Ramahlah, namun tegas untuk menghindari keintiman palsu," mereka menyarankan.
    "Batasi hubungan dan jangan mengangkat telepon darinya saat larut malam, hindari komunikasi berlebihan atau SMS lucu. Hindari apa pun yang biasa Anda lakukan ketika masih bersamanya."

    Tentu saja ketika mulai berhubungan dengan orang baru, jangan berharap lebih dengan hubungan pertemanan tersebut. Terutama ketika pasangan baru Anda mulai merasa terancam dengan kehadiran 'mantan' anda.

    "Kesetiaan Anda untuk hubungan baru Anda, jadi sangat penting untuk menghargai permintaan pasangan baru Anda," ungkap Pescosolido dan Brosh. "Jika mereka merasa tidak aman, mungkin ini saat yang tepat untuk memeriksa kesesuaian hubungan Anda dengan mantan."

    Tapi bagaimana jika Anda yang merasa terancam dengan pacar baru mantan Anda? Dan tak bisa berhenti cemburu setiap kali dia memilih kekasih barunya ketimbang Anda? "Itu adalah pemicu dan peringatan besar bahwa Anda benar-benar butuh bantuan profesional untuk melanjutkan hidup," ungkap mereka.

    "Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan kemungkinan bahwa Anda masih memikirkan mantan karena berharap bisa rujuk dengannya. Memiliki kekasih baru berarti, mantan kekasih memang ingin melanjutkan kehidupannya bersama orang lain."

    Berikut beberapa alasan bisa menjadikan mantan sebagai teman:
    1. Anda benar-benar cocok sebagai teman daripada menjadi pacar
    2. Anda harus bekerja dalam satu grup yang sama
    3. Anda tidak bisa melepaskannya

    Alasan untuk tidak berteman:
    1. Anda meninggalkan semua kenangan bersamanya
    2. Anda tidak bisa melanjutkan hidup sepenuhnya dengan kehadirannya
    3. Karena akan terlihat canggung bila menjadi teman.


      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 6:54 pm