Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi

    Share

    meilani

    97
    18.08.11

    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi

    Post  meilani on Fri Dec 09, 2011 2:28 pm

    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi


    Memendam emosi atau perasaan tidak hanya berdampak pada gangguan psikis tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh. Ada beberapa penyakit yang terjadi jika Anda sering memendam emosi.

    "Emosi dan perasaan trauma yang tidak ditangani dengan baik, lama-lama dapat menumpuk pada bagian tubuh dan berpotensi menimbulkan penyakit. Ini karena orang yang emosinya kacau otomatis imun tubuhnya turun, napas berantakan, suhu tubuh naik, depresi atau terlihat lebih tua, juga emosi negatifnya lama-lama menumpuk di bagian-bagian tubuh lain," ujar Irma Rahayu, Soul Healer dari Emotional Healing Indonesia (EHI) dalam acara Emotional Healing Group Therapy di Hotel Sofyan Betawi.

    Berikut beberapa penyakit yang berhubungan dengan emosi, yaitu:

    1. Alergi, karena penyangkalan akan kekuatan dan kemampuan diri.

    2. Radang sendi, karena perasaan tidak dicintai, ditolak dan perasaan dikorbankan.

    3. Demam, karena perasaan marah yang tidak mampu diekpresikan.

    4. Ginjal, karena kekecewaan, perasaan gagal, rasa malu yang ditekan.

    5. Maag, karena takut, cemas, perasaan tidak puas pada diri sendiri.

    6. Penyakit paru-paru, karena putus asa, kelelahan emosional, luka batin.

    7. Sakit punggung, karena ketakutan akan uang, merasa terbebani.

    8. Sakit pinggang, karena rasa tidak dicintai, butuh kasih sayang.

    9. Jantung, karena rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan marah.

    10. Kanker, karena kebencian terpendam atau makan hati yang menahun.

    11. Diabetes, karena keras kepala, tidak mau disalahkan.

    12. Glaukoma, karena tekanan dari masa lalu dan tidak mampu memaafkan.

    13. Jerawat, karena tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri sendiri.

    14. Pegal-pegal, karena ingin dicintai dan disayangi, butuh dipeluk dan kebersamaan.

    15. Obesitas, karena takut, ingin dilindungi, kemarahan terpendam, tidak mau memaafkan.

    16. Mata minus, karena takut akan masa depan.

    17. Mata plus, karena tidak mampu memaafkan masa lalu.

    "Orang yang emosinya tenang, apapun yang dilihatnya lebih jelas. Bila Anda punya masalah lalu dibawa ibadah, mau sujud beribu-ribu kali kalau emosi Anda belum tenang akan percuma," lanjut Irma.

    Menurut Irma yang sudah menangani lebih dari 5.000 klien yang bermasalah dengan emosi, cara terbaik untuk merespons emosi khususnya emosi marah adalah dengan mengeluarkannya dengan cara yang baik dan santun atau bicara baik-baik dengan orang yang membuat kita kesal.

    "Misal Anda kesal dengan orang A, maka Anda harus menyampaikan pada orang itu bahwa Anda tidak suka dengan tindakan dia, tapi dengan cara yang halus, santun dan bukan marah-marah. Jangan melemparkan emosi kesal Anda pada orang lain, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Jika sekiranya Anda tidak mungkin menyampaikannya, misal dia adalah bos atau orang yang punya jabatan tinggi, maka lakukan sending love. Tetap bersikap baik pada dia sambil mendoakan dia hal-hal yang baik, semoga dia berubah dan berkah, atau berdoa untuk diri sendiri semoga mendapatkan hal-hal baik. Jangan Anda malah mendoakan yang jelek-jelek karena itu akan jadi emosi yang negatif untuk diri Anda sendiri," tutup Irma.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:48 pm