Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen

    Share
    avatar
    meilani

    97
    18.08.11

    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen

    Post  meilani on Sun Dec 11, 2011 2:43 pm

    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen


    Anak-anak yang mengalami stres saat terpisah dari orangtua biologis sejak lahir dan dibesarkan oleh panti asuhan ternyata membawa konsekuensi jangka panjang. Studi menemukan anak-anak yatim yang besar di panti asuhan cenderung mengalami perubahan fungsi gen.

    Peneliti di Yale School of Medicine menemukan perbedaan metilasi DNA (salah satu mekanisme pengatur utama ekspresi gen atau fungsi genom) pada anak yatim yang tumbuh di panti asuhan.

    "Studi kami menunjukkan bahwa stres dini karena terpisah dari orangtua kandung dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada pemrogaman fungsi genom. Ini mungkin menjelaskan mengapa anak-anak yang diadopsi sangat rentan dan sensitif terhadap orangtua angkat yang keras dalam hal kesehatan fisik dan mental," jelas Elena Grigorenko, peneliti senior di Yale Child Study Center, seperti dilansir Health24.

    Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam Development and Psychopathology, peneliti membandingkan dua kelompok anak-anak yang dibesarkan sejak lahir dalam perawatan institusional atau panti asuhan dan anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua biologis.

    Grigorenko dan rekan-rekannya mengambil sampel darah dari anak-anak usia antara 7 hingga 10 tahun yang tinggal di panti asuhan dan anak-anak yang tumbuh dalam keluarga di wilayah barat laut dari Federasi Rusia.

    Peneliti kemudian memprofilkan genom dari semua anak untuk mengidentifikasikan proses biologi dan jalur yang mungkin terpengaruh oleh kurangnya perhatian dan perawatan orangtua.

    Hasilnya, peneliti menemukan bahwa dalam kelompok anak yatim yang besar di panti asuhan, ada sejumlah besar perubahan dalam regulasi genetik dari sistem pengendalian respons imun dan interaksi antar sel, termasuk sejumlah mekanisme penting dalam pengembangan dan fungsi otak.

    "Orangtua yang mengadopsi anak-anak yatim mungkin perlu melakukan perawatan dan memberikan perhatian yang lebih banyak untuk dapat mengembalikan perubahan dalam regulasi genom pada tubuh anak-anak tersebut," tutup Grigorenko.



      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 1:14 pm