Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Marah? Jangan menangis

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Marah? Jangan menangis

    Post  kuning on Mon Dec 12, 2011 1:40 pm

    Marah? Jangan menangis

    cry1.jpg" alt="" />

    Menangis ternyata bukan metode yang baik untuk menyalurkan emosi. Saat Anda merasa depresi, keluarkan isi hati Anda dan menangislah, maka Anda akan merasa lega.

    Anda mungkin pernah mendengar saran semacam ini, namun tahukah Anda, ternyata menangis bukanlah metode penyaluran emosi yang baik bagi kejiwaan Anda?

    Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Research in Personality mengumpulkan 97 wanita berusia 18-48 tahun di Belanda.

    Para responden diberi waktu 73 hari untuk mencatat dalam buku harian yang berisi mood yang mereka dirasakan dan kapan mereka menangis.

    Seperti diberitakan Daily Mail, hasil riset ini menyebutkan 61 persen responden tidak merasa lebih baik setelah menangis.

    Sebaliknya, mereka justru merasakan mood yang jauh lebih buruk ketimbang sebelum menangis dan berlangsung hingga dua hari setelahnya.

    Hanya 30 persen responden yang merasa nyaman dan lega setelah meluapkan emosi melalui air mata.

    Penelitian ini juga menyebutkan, menangis sambil ditemani orang lain akan menghasilkan efek yang lebih positif ketimbang menangis seorang diri.

    Ini disebabkan orang lain yang hadir di saat itu akan berusaha meredakan emosi para responden yang menangis di dekatnya.

    Selain ditemani orang lain, menangis sambil meluapkan emosi dengan gerak tubuh dan menjerit juga baik bagi kondisi psikis.

    Di saat itulah Anda akan merasa lega dan bebas, jauh lebih baik dari sekedar menangis diam-diam.



      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 5:41 am