Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pria yang Selalu Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kejantanannya

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    Pria yang Selalu Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kejantanannya

    Post  sangi on Wed Dec 14, 2011 6:15 am

    Pria yang Selalu Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kejantanannya


    Dibanding wanita, konon pria lebih sering mengalami kurang tidur. Jangan anggap remeh masalah kurang tidur tersebut karena pria yang selalu kurang bisa membuat hormon seks testosteronnya berkurang yang akan mempengaruhi performa seksualnya.

    Bahkan untuk kurang tidur yang terjadi hanya sementara, efek penurunan kadar testosteronnya cukup dramatis. Sebuah studi baru menunjukkan kurang tidur yang terjadi selama seminggu dapat menurunkan kadar testosteron hingga 15 persen dalam kelompok laki-laki muda yang sehat.

    "Kadar testosteron yang rendah dapat berdampak negatif pada kesehatan laki-laki dalam berbagai hal termasuk mempengaruhi perilaku seksual," kata para peneliti seperti dilansir dari WebMD.

    Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Testosteron merupakan hormon seks utama laki-laki dan steroid anabolik. Pada pria, testosteron memainkan peran kunci dalam pengembangan jaringan reproduksi pria seperti testis dan prostat serta mempromosikan karakteristik seksual sekunder seperti meningkatnya massa otot, massa tulang, dan pertumbuhan rambut pada tubuh. Selain itu, testosteron sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan, serta pencegahan osteoporosis.

    Penurunan kadar testosteron pada pria yang normal mulai terjadi ketika menginjak usia sekitar lebih dari 40 tahun. Penurunan kadar testosteron pada pria ketika mulai menginjak usia 40 tahun adalah sekitar 1-2 persen per tahun. Kualitas dan kuantitas tidur memang mempengaruhi kadar testosteron pada pria.

    Dalam studi ini peneliti membandingkan kadar testosteron dalam kelompok 10 pria muda yang sehat setelah seminggu tidur dengan waktu yang normal dan seminggu kurang tidur. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association.

    Pada minggu pertama, para peserta penelitian, tidur selama 8 jam setiap malam di rumah. Kemudian para peserta penelitian memiliki 3 malam dengan waktu tidur selama 10 jam dan 8 malam dengan waktu tidur selama 5 jam di laboratorium.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kadar testosteron menurun sebesar 10 -15 persen setelah seminggu kurang tidur dibandingkan dengan para peserta penelitian yang memiliki waktu tidur yang cukup. Penurunan kadar testosteron juga terkait dengan hilangnya semangat di antara para peserta.

    Sejumlah studi lain juga menjelaskan bahwa, terdapat hubungan antara penurunan fungsi kognitif dengan kadar testosteron yang rendah pada pria.

    "Sekitar 15 persen dari pekerja dewasa di Amerika Serikat mendapatkan waktu tidur selama 5 jam atau kurang per malam. Hasil studi ini menunjukkan bahwa, kurangnya waktu tidur yang berkepanjangan dapat memiliki konsekuensi negatif pada kadar testosteron dan kesejahteraan pria," kata para peneliti.

    Secara umum, androgen meningkatkan sintesis protein dan pertumbuhan jaringan dengan reseptor androgen. Efek testosteron dibagi menjadi2, antara lain:

    Kadar testosteron yang sangat rendah atau defisiensi testosteron dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi, antara lain:

    1. Energi yang rendah
    2. Penurunan libido
    3. Konsentrasi yang buruk
    4. Kelelahan



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:35 pm