Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian

    Post  sangi on Wed Dec 14, 2011 6:18 am

    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian


    Dalam dunia yang ideal, kita semua akan akur satu sama lain, sepanjang waktu. Tapi dunia ini tidak ideal dan konflik selalu terjadi. Selalu saja ada perkelahian antara saudara kandung, teman, kerabat, orang tua, anak-anak, bahkan orang asing sekalipun. Dari pada mengganggap bahwa konflik itu tidak terjadi, coba gunakan cara tersebut untuk mengajari anak mengontrol emosinya saat keinginan berkelahi itu datang​. Kalaupun akhirnya perkelahian itu terjadi, ajari anak apa pelajaran yang didapat dari sikapnya tersebut​.

    Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti dikutip dari She Knows:

    1. Pahami Kekuatan Emosi

    Bantu anak untuk bertanggungjawab atas emosi yang dirasakannya. Buat anak paham kalau emosi itu bisa sangat kompleks dan tidak terduga, dan tentu saja tidak ada alasan untuk berperilaku buruk. Mengajari anak untuk menyalurkan emosi secara benar memang butuk waktu. Lihat berdasarkan pengalaman Anda sendiri! Jadi tidak ada salahnya dimulai sejak dini.

    2. Beri Contoh

    Anak-anak akan belajar dari hal-hal apa yang Anda lakukan juga tidak dilakukan orangtuanya. Jika anak melihat Anda terlibat dalam konflik namun bisa menahan diri, mereka akan belajar dari pengalaman tersebut. Begitupun sebaliknya, jika anak Anda melihat Anda terlibat dalam perilaku destruktif dalam konflik, mereka akan belajar dari pengalaman tersebut juga.

    3. Bermain Peran

    Perbedaan pendapat dengan keluarga atau teman-teman hampir tak terelakkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda bisa mengajaknya bermain peran untuk melihat responnya saat menghadapi sebuah konflik. Anda bisa mengatakan padanya suatu masalah dan perhatikan apa yang dilakukannya. Lalu sarankan bagaimana menghadapi konflik tersebut.

    4. Latihlah Bukan Ikut Campur

    Ketika konflik muncul antara anak-anak Anda, merupakan hal wajar jika Anda ingin ikut campur, menghentikan pertengkaran tersebut dan mencari jalan keluar terbaik. Tapi coba pikir lagi, kalau Anda selalu ikut campur, kapan anak-anak bisa belajar mengatasi sendiri konfliknya. Jadi coba sesekali Anda memberi mereka kesempatan untuk menangani konflik itu tanpa campur tangan orangtuanya. Lakukan negosiasi dan kompromi serta berhentilah menjadi orang yang selalu berusaha mengatasi semua masalah.

    5. Empati

    Empati mungkin salah satu topik yang sulit untuk diajarkan pada anak-anak Anda. Anda harus mengingatkan anak (dan juga diri Anda sendiri) bahwa di setiap konflik akan selalu ada pihak lain yang tersakiti. Jadi cobalah sebisa mungkin agar anak tidak selalu terlibat dalam sebuah konflik.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:11 pm