Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian

    Post  sangi on Wed Dec 14, 2011 6:18 am

    Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian


    Dalam dunia yang ideal, kita semua akan akur satu sama lain, sepanjang waktu. Tapi dunia ini tidak ideal dan konflik selalu terjadi. Selalu saja ada perkelahian antara saudara kandung, teman, kerabat, orang tua, anak-anak, bahkan orang asing sekalipun. Dari pada mengganggap bahwa konflik itu tidak terjadi, coba gunakan cara tersebut untuk mengajari anak mengontrol emosinya saat keinginan berkelahi itu datang​. Kalaupun akhirnya perkelahian itu terjadi, ajari anak apa pelajaran yang didapat dari sikapnya tersebut​.

    Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti dikutip dari She Knows:

    1. Pahami Kekuatan Emosi

    Bantu anak untuk bertanggungjawab atas emosi yang dirasakannya. Buat anak paham kalau emosi itu bisa sangat kompleks dan tidak terduga, dan tentu saja tidak ada alasan untuk berperilaku buruk. Mengajari anak untuk menyalurkan emosi secara benar memang butuk waktu. Lihat berdasarkan pengalaman Anda sendiri! Jadi tidak ada salahnya dimulai sejak dini.

    2. Beri Contoh

    Anak-anak akan belajar dari hal-hal apa yang Anda lakukan juga tidak dilakukan orangtuanya. Jika anak melihat Anda terlibat dalam konflik namun bisa menahan diri, mereka akan belajar dari pengalaman tersebut. Begitupun sebaliknya, jika anak Anda melihat Anda terlibat dalam perilaku destruktif dalam konflik, mereka akan belajar dari pengalaman tersebut juga.

    3. Bermain Peran

    Perbedaan pendapat dengan keluarga atau teman-teman hampir tak terelakkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda bisa mengajaknya bermain peran untuk melihat responnya saat menghadapi sebuah konflik. Anda bisa mengatakan padanya suatu masalah dan perhatikan apa yang dilakukannya. Lalu sarankan bagaimana menghadapi konflik tersebut.

    4. Latihlah Bukan Ikut Campur

    Ketika konflik muncul antara anak-anak Anda, merupakan hal wajar jika Anda ingin ikut campur, menghentikan pertengkaran tersebut dan mencari jalan keluar terbaik. Tapi coba pikir lagi, kalau Anda selalu ikut campur, kapan anak-anak bisa belajar mengatasi sendiri konfliknya. Jadi coba sesekali Anda memberi mereka kesempatan untuk menangani konflik itu tanpa campur tangan orangtuanya. Lakukan negosiasi dan kompromi serta berhentilah menjadi orang yang selalu berusaha mengatasi semua masalah.

    5. Empati

    Empati mungkin salah satu topik yang sulit untuk diajarkan pada anak-anak Anda. Anda harus mengingatkan anak (dan juga diri Anda sendiri) bahwa di setiap konflik akan selalu ada pihak lain yang tersakiti. Jadi cobalah sebisa mungkin agar anak tidak selalu terlibat dalam sebuah konflik.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 11:59 am