Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Pinggul Besar Lebih Sehat Daripada Perut Besar

    Share

    via

    856
    04.03.09

    Pinggul Besar Lebih Sehat Daripada Perut Besar

    Post  via on Fri Dec 16, 2011 5:48 am

    Pinggul Besar Lebih Sehat Daripada Perut Besar


    Hampir semua wanita tak menyukai bentuk pinggul, bokong serta paha yang besar. Namun ternyata, kelebihan lemak di area itu justru bermanfaat buat kesehatan jantung.

    Dalam jurnal Nature dijelaskan bahwa lemak yang berada di pinggul mengandung agen anti-inflamasi (anti peradangan) alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri. Sedangkan memiliki bokong besar, jauh lebih baik ketimbang lemak pada pinggang karena tak memberikan perlindungan apapun.

    Beda lagi dengan lemak pada perut. Lemak ini cenderung berbahaya karena kerap kali dihubungkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker.

    Lemak di pinggul berguna untuk melindungi jantung dan penyakit metabolik seperti diabetes. Namun para peneliti mengungkapkan dalam International Journal of Obesity memiliki terlalu sedikit lemak di pinggul dapat menyebabkan masalah metabolisme yang serius seperti sindrom Cushing --sindrom yang terjadi akibat kelenjar adrenal memproduksi kortikosteroid secara berlebihan.

    Selain itu, lemak disekitar paha dan bagian belakang lebih sulit untuk bergeser daripada lemak di daerah pinggang. Hal ini justru menguntungkan, karena semakin lambat lemak pinggul yang terbakar, maka produksi hormon adinopektin menjadi lebih banyak.

    Hormon adinopektin dapat melindungi arteri dan meningkatkan kontrol gula darah yang lebih baik dan proses pembakaran lemak. Sedangkan jika lemak bertumpuk di sekitar perut dan pinggang, risiko diabetes dan jantung dapat meningkat.

    "Lemak disekitar pinggul dan paha baik untuk seseorang, tapi jika disekitar perut menjadi hal yang buruk. Semakin banyak lemak disekitar paha semakin baik, asalkan perut Anda tetap langsing," ujar peneliti utama Dr Konstantinos Manolopoulos dari Oxford University, seperti dikutip dari BBC.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 7:00 pm