Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih

    Post  julia on Thu Dec 22, 2011 6:57 am

    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih


    Ketika seseorang mengalami hal yang tidak menyenangkan, biasanya ia menjadi sulit tidur. Namun menurut penelitian, tidur dan bermimpi bisa bantu menghilangkan kenangan buruk tersebut.

    Menurut penelitian yang dilakukan University of California di Berkeley, saat seseorang bermimpi di malam hari, otak akan mengaktifkan saraf-saraf tertentu untuk meredakan ketegangan pikiran. Para peneliti mengatakan bahwa proses ini akan membuat kenangan buruk menjadi berkurang dan tak lagi menjadi beban pikiran.

    Reaksi yang memicu perubahan aktivitas sistem saraf di otak itu terjadi dalam fase Rapid Eye Movement (REM), ketika mimpi mulai terbentuk. Begitu bangun, orang tersebut memang tidak akan pernah menyadari apa yang terjadi di otaknya selama tertidur.

    Aktivitas sistem saraf selama tidur itu akan membuat otak lebih mampu mengelola emosi, sehingga kenangan-kenangan buruk itu tidak akan jadi pikiran lagi. Mungkin tidak benar-benar hilang, namun setidaknya pikiran bisa fokus ke hal lain yang lebih berguna.

    "Kita bangun keesokan harinya, dan pengalaman-pengalaman buruk itu telah menjadi lebih baik dalam kekuatan emosionalnya. Kita merasa lebih baik, merasa bisa mengatasi," ujar peneliti Matthew Walker, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di University of California, Berkeley, seperti yang dikutip dari msnbc.

    Penelitian yang melibatkan 35 orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat itu, dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diperlihatkan 150 gambar yang menyedihkan, sebanyak 2 kali dalam sehari dengan jeda selama 12 jam.

    Hasilnya, mereka yang tidur setelah diperlihatkan gambar menyedihkan dilaporkan mengalami penurunan kadar emosi secara signifikan ketika melihat kembali gambar-gambar itu. Para peserta penelitian tersebut menjadi lebih tenang dan lebih bisa menjaga jarak dengan perasaan dibandingkan peserta yang tidak sempat tidur.



      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 3:24 pm