Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih

    Post  julia on Thu Dec 22, 2011 6:57 am

    Bermimpi Bisa Bantu Obati Rasa Kesal & Sedih


    Ketika seseorang mengalami hal yang tidak menyenangkan, biasanya ia menjadi sulit tidur. Namun menurut penelitian, tidur dan bermimpi bisa bantu menghilangkan kenangan buruk tersebut.

    Menurut penelitian yang dilakukan University of California di Berkeley, saat seseorang bermimpi di malam hari, otak akan mengaktifkan saraf-saraf tertentu untuk meredakan ketegangan pikiran. Para peneliti mengatakan bahwa proses ini akan membuat kenangan buruk menjadi berkurang dan tak lagi menjadi beban pikiran.

    Reaksi yang memicu perubahan aktivitas sistem saraf di otak itu terjadi dalam fase Rapid Eye Movement (REM), ketika mimpi mulai terbentuk. Begitu bangun, orang tersebut memang tidak akan pernah menyadari apa yang terjadi di otaknya selama tertidur.

    Aktivitas sistem saraf selama tidur itu akan membuat otak lebih mampu mengelola emosi, sehingga kenangan-kenangan buruk itu tidak akan jadi pikiran lagi. Mungkin tidak benar-benar hilang, namun setidaknya pikiran bisa fokus ke hal lain yang lebih berguna.

    "Kita bangun keesokan harinya, dan pengalaman-pengalaman buruk itu telah menjadi lebih baik dalam kekuatan emosionalnya. Kita merasa lebih baik, merasa bisa mengatasi," ujar peneliti Matthew Walker, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di University of California, Berkeley, seperti yang dikutip dari msnbc.

    Penelitian yang melibatkan 35 orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat itu, dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diperlihatkan 150 gambar yang menyedihkan, sebanyak 2 kali dalam sehari dengan jeda selama 12 jam.

    Hasilnya, mereka yang tidur setelah diperlihatkan gambar menyedihkan dilaporkan mengalami penurunan kadar emosi secara signifikan ketika melihat kembali gambar-gambar itu. Para peserta penelitian tersebut menjadi lebih tenang dan lebih bisa menjaga jarak dengan perasaan dibandingkan peserta yang tidak sempat tidur.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 3:04 am