Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik

    Post  clara on Tue Dec 27, 2011 10:09 am

    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik


    Kehamilan membuat Anda merasa jadi lebih pelupa? Anda tak sendiri, banyak wanita yang mengeluhkan hal ini. Jangan menganggap kondisi ini sebuah dampak buruk.

    Itu karena menurut peneliti, lebih pelupa saat hamil, justru jadi pertanda baik. Menurut Laura Glynn, seorang psikolog di Chapman University, California, perubahan otak pada wanita saat hamil, karena mereka lebih berkonsentrasi kebutuhan bayi.
    Sehingga, sulit fokus untuk hal lain, misalnya, letak kunci atau jadwal belanja. Hal ini juga disebabkan oleh fluktuasi hormon secara signifikan yang dipicu gerakan janin.

    "Ada 'harga' yang harus dibayar dari perubahan ini, seperti menjadi pelupa. Tetapi keuntungan bagi wanita hamil jadi pelupa adalah mereka jadi lebih sensitif dan menjadi ibu yang baik," kata Laura Glynn, seperti dikutip dari Daily Mail.

    Ia juga menjelaskan mengapa gerakan janin di rahim bisa berdampak langsung pada otak, dan membuat ibu jadi lebih sensitif meskipun wanita mungkin tidak menyadari gerakan-gerakan janin akan meningkatkan detak jantung ibu.

    "Kehamilan merupakan periode kritis dalam perkembangan saraf ibu," kata Glynn, yang hasil penelitiannya dipublikasi dalam Journal Current Directions In Psychological Science.

    Sel-sel dari janin akan masuk ke dalam aliran darah ibu yang juga akan mempengaruhi cara kerja otaknya. "Ini menarik, mengetahui sel-sel yang tertarik yang memengaruhi daerah tertentu di otak ibu," ujar Glynn.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 4:39 am