Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik

    Post  clara on Tue Dec 27, 2011 10:09 am

    Pelupa Saat Hamil Pertanda Baik


    Kehamilan membuat Anda merasa jadi lebih pelupa? Anda tak sendiri, banyak wanita yang mengeluhkan hal ini. Jangan menganggap kondisi ini sebuah dampak buruk.

    Itu karena menurut peneliti, lebih pelupa saat hamil, justru jadi pertanda baik. Menurut Laura Glynn, seorang psikolog di Chapman University, California, perubahan otak pada wanita saat hamil, karena mereka lebih berkonsentrasi kebutuhan bayi.
    Sehingga, sulit fokus untuk hal lain, misalnya, letak kunci atau jadwal belanja. Hal ini juga disebabkan oleh fluktuasi hormon secara signifikan yang dipicu gerakan janin.

    "Ada 'harga' yang harus dibayar dari perubahan ini, seperti menjadi pelupa. Tetapi keuntungan bagi wanita hamil jadi pelupa adalah mereka jadi lebih sensitif dan menjadi ibu yang baik," kata Laura Glynn, seperti dikutip dari Daily Mail.

    Ia juga menjelaskan mengapa gerakan janin di rahim bisa berdampak langsung pada otak, dan membuat ibu jadi lebih sensitif meskipun wanita mungkin tidak menyadari gerakan-gerakan janin akan meningkatkan detak jantung ibu.

    "Kehamilan merupakan periode kritis dalam perkembangan saraf ibu," kata Glynn, yang hasil penelitiannya dipublikasi dalam Journal Current Directions In Psychological Science.

    Sel-sel dari janin akan masuk ke dalam aliran darah ibu yang juga akan mempengaruhi cara kerja otaknya. "Ini menarik, mengetahui sel-sel yang tertarik yang memengaruhi daerah tertentu di otak ibu," ujar Glynn.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:59 am