Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ibu yang Sering Ngobrol Sama Anak, Bantu si Kecil Ambil Keputusan

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Ibu yang Sering Ngobrol Sama Anak, Bantu si Kecil Ambil Keputusan

    Post  via on Wed Dec 28, 2011 11:47 am

    Ibu yang Sering Ngobrol Sama Anak, Bantu si Kecil Ambil Keputusan


    Ibu yang sibuk kadang tidak memiliki waktu mengobrol dengan anaknya. Tapi sebaiknya luangkan sedikit waktu, karena ibu yang sering ngobrol dengan anaknya membantu si kecil memiliki pemikiran dan perasaan yang lebih baik, sehingga bisa mengambil keputusan dengan tepat.

    Para peneliti dari The University of Western Australia menemukan anak-anak yang ibunya sering bicara dengannya lebih rinci mengenai pikiran dan perasaan orang-orang cenderung bisa mengambil perspektif yang lebih baik dibanding anak-anak lain yang usianya sama. Hasil studi ini sudah dilaporkan dalam jurnal Child Development.

    "Orangtua yang sering menempatkan diri pada posisi orang lain dalam percakapannya dengan anak, akan membuat mereka lebih mungkin untuk melakukan hal yang sama," ujar ketua studi Brad Farrant, seperti dikutip dari Healthcanal.

    Studi yang melibatkan lebih dari 120 anak di Australia ini melihat pengaruh bagaimana orangtua berinteraksi dengan anak-anaknya dalam mengembangkan kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain.

    Peneliti menemukan ibu yang lebih sering berbicara dan lebih rinci mengenai pikiran manusia dan tentang bagaimana orang lain bereaksi terhadap situasi tertentu akan membuat anak memiliki keterampilan perspektif yang lebih baik.

    Hal ini menunjukkan bahasa ibu bisa mempengaruhi kemampuan bahasa anak dan fleksibilitas kognitifnya, nantinya akan mempengaruhi perkembangan dari teori pemikiran dan perspektif anak terhadap orang lain.

    "Jika anak memiliki pemikiran serta perspektif yang lebih baik, maka nantinya ia akan lebih mampu memecahkan banyak tantangan yang dihadapinya di dunia ini," ujar Farrant.

    Selain itu anak yang memiliki keterlambatan berbicaranya belum tentu mengalami keterlambatan dalam keterampilan pemikiran perspektif, hal ini jika sang ibu sering mengajaknya berbicara dengan menggunakan bahasa.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 2:55 pm