Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Yesterday at 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Kedelai Tak Melindungi Usus dari Risiko Kanker

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Kedelai Tak Melindungi Usus dari Risiko Kanker

    Post  kuning on Thu Jan 05, 2012 2:12 pm

    Kedelai Tak Melindungi Usus dari Risiko Kanker


    Kandungan fitoesterogen dalam biji kedelai disebut-sebut mampu mencegah berbagai jenis kanker. Namun khusus untuk risiko kanker usus, sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa kedelai tidak terlalu banyak memberikan perlindungan.

    Fitoesterogen atau disebut juga isoflavon merupakan kandungan dalam biji kedelai yang memiliki sifat seperti hormon esterogen. Hormon seks perempuan ini memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker selama masih berada di usia subur.

    Berkat hormon esterogen, perempuan relatif terlindungi dari berbagai risiko kanker termasuk kanker usus. Namun setelah menopause dan produksi esterogen berkurang, risiko kanker usus pada perempuan menjadi sama dengan laki-laki yang seumur hidup tidak banyak memproduksi esterogen.

    Sama seperti esterogen yang secara alamiah diproduksi oleh perempuan subur, fitoesterogen dalam kedelai diyakini juga memberikan efek perlindungan terhadap kanker usus. Karena itu, makanan berbahan kedelai seperti tahu dan tempe banyak direkomendasikan sebagai superfood pencegah kanker.

    Namun penelitian yang dilakukan para ilmuwan National Cancer Center di Jepang menunjukkan, efek perlindungan terhadap kanker usus tidak sebesar yang digembar-gemborkan. Dari 85.000 partisipan yang rajin makan kedelai, 1.250 orang tetap kena kanker usus dalam kurun waktu sekitar 15 tahun, seperti dilansir Healthday.

    Kanker usus dan saluran cerna pada umumnya merupakan salah satu jenis kanker yang sangat mematikan. Sepanjang tahun 2011, jenis kanker ini diperkirakan telah menjangkiti 21.500 orang di Amerika Serikat dan menewaskan 10.500 orang di antaranya.

    Meski tidak memberikan perlindungan yang berarti terhadap kanker usus, bukan berarti kedelai tidak memiliki manfaat sama sekali. Kedelai merupakan sumber protein nabati yang tidak kalah penting bagi pertumbuhan maupun perbaikan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

    Penelitian yang dipimpin oleh Azura Hara tersebut dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition baru-baru ini.



      Waktu sekarang Sat Aug 19, 2017 2:26 pm