Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Balita yang Jarang Tidur Siang Berisiko Punya Masalah Mental

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Balita yang Jarang Tidur Siang Berisiko Punya Masalah Mental

    Post  julia on Fri Jan 06, 2012 12:54 am

    Balita yang Jarang Tidur Siang Berisiko Punya Masalah Mental


    Balita membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa. Karena itulah balita yang kurang tidur siang bisa lebih stres dan tidak bahagia, yang berisiko mengalami masalah mental seumur hidupnya kelak.

    Hal ini terungkap dari hasil penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Colorado Boulder.

    Temuan tersebut menunjukkan bahwa anak-anak kecil yang kehilangan sekali waktu tidur siang saja bisa menjadi lebih cemas dan kurang tertarik pada dunia mereka. Anak yang kurang tidur siang juga kurang merasa bahagia dan sulit mengatasi stres.

    Dan dalam jangka panjang, kurang tidur bahkan bisa menyebabkan masalah yang terkait dengan suasana hati seumur hidup.

    Dalam penelitian ini, peneliti mengukur pola tidur balita berusia 2 sampai 3 tahun dengan mengenakan perangkat khusus yang mengukur berapa banyak mereka tidur. Peneliti kemudian menggambarkan ekspresi wajah balita ketika mereka mendapatkan tidur siang dan ekspresi lain pada saat kehilangan tidur siang.

    Hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, menunjukkan bahwa balita tampak lelah dan 34 persen kurang positif bila kurang mendapatkan tidur siang. Mereka juga menjadi 3 kali lebih stres dibandingkan dengan yang mendapatkan cukup tidur.

    Anak-anak yang kurang tidur juga 39 persen menjadi kurang penasaran, sehingga menjadi tidak peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

    "Studi ini menunjukkan kurang tidur dapat menyebabkan balita mengekspresikan perasaan yang berbeda, yang dari waktu ke waktu dapat membentuk perkembangan otak emosional dan menempatkan mereka pada risiko masalah yang berhubungan dengan suasana hati seumur hidup," jelas Prof LeBourgeois dari University of Colorado Boulder, seperti dilansir Dailymail.

    Sama seperti gizi yang baik, lanjut Prof LeBourgeois, tidur yang cukup juga merupakan kebutuhan dasar.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 5:27 pm