Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita Lebih Rentan Sakit Ketika Haid

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Wanita Lebih Rentan Sakit Ketika Haid

    Post  niagara on Sat Jan 07, 2012 12:47 am

    Wanita Lebih Rentan Sakit Ketika Haid


    Wanita paling mungkin jatuh sakit ketika sedang mengalami menstruasi, yaitu ketika sel telurnya dilepaskan dari rahim atau sedang ovulasi. Penyebabnya karena tingginya kadar hormon estrogen selama ovulasi menurunkan aktivitas molekul yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

    Sebuah penelitian baru dari Spanyol menemukan petunjuk itu.

    Selama ovulasi, tubuh wanita sangat besar kemungkinannya untuk hamil. Sel telur dilepaskan dari ovarium, rahim dipenuhi nutrisi, dan kadar estrogen berada pada tingkat tertinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada waktu ini, seorang wanita lebih mungkin terinfeksi bakteri dan kuman penyakit seperti herpes, HIV (Human Imunnodeficiency Virus) dan HPV (Human Papiloma Virus).

    "Mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh akan memungkinkan sperma bisa bertahan hidup dalam saluran reproduksi wanita, dan memungkinkan bagi seorang wanita untuk hamil. Tapi pada saat yang sama, juga memungkinkan kuman penyakit menginfeksi wanita," kata peneliti, Miguel Relloso dari Compultense University di Madrid.

    Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Leukocyte Biology ini menunjukkan bahwa wanita paling rentan terhadap infeksi selama ovulasi. Hormon estrogen ternyata menurunkan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang melawan patogen atau kuman penyakit seperti virus dan bakteri.

    Para ilmuwan mempelajari perubahan sistem kekebalan tubuh pada tikus ketika kadar estrogen sedang tinggi-tingginya. Peneliti memberikan estrogen pada tikus betina dan menguji seberapa rentannya ketika diinfeksi Candida albicans, jamur yang menyebabkan infeksi jamur kelamin.

    Seperti yang diharapkan, tikus yang diberi estrogen lebih rentan terhadap infeksi daripada tikus yang tidak diberi estrogen. Estrogen mengikat sel-sel yang memicu produksi molekul sistem kekebalan tubuh atau disebut juga Th17 dan kemudian menahannya.

    "Hormon seks juga mungkin berperan penting dalam gangguan sistem kekebalan tubuh. Wanita lebih rentan terhadap penyakit sistem kekebalan tubuh. Awalnya kami berpikir mungkin estrogen lah yang menyebabkan peradangan," kata Susan Kovats dari Oklahoma Medical Research Foundation seperti dilansir myhealthnewsdaily.com.

    Memahami bagaimana hormon seks estrogen mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk mengembangkan cara-cara baru untuk melawan infeksi, misalnya, menciptakan obat yang membuat wanita lebih tahan terhadap HIV.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 2:48 am