Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sensi Saat PMS Bisa Diobati

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Sensi Saat PMS Bisa Diobati

    Post  niagara on Sat Jan 07, 2012 12:50 am

    Sensi Saat PMS Bisa Diobati


    Ketika menjelang datang bulan, beberapa perempuan bisa menjadi sangat sensitif atau suasana hati yang berubah-ubah. Kini ilmuwan menuturkan bahwa kondisi ini bisa diobati.

    Para ilmuwan menuturkan sindrom premenstruasi atau PMS terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh secara alami. Namun gejala-gejala PMS yang terjadi sekali dalam sebulan ini bisa dikurangi atau diobati.

    Perempuan yang memiliki gejala fisik dan emosional akibat PMS tergantung pada sensitivitas tubuhnya terhadap hormon allopregnanolone. Hormon ini dilepaskan dalam tubuh setelah ovulasi (masa subur) dan selama kehamilan, serta terjadi perubahan ketika siklus menstruasi.

    Bagi perempuan yang tidak memiliki keluhan PMS, maka ia akan menjadi lebih sensitif terhadap allopregnanolone segera setelah menstruasi dan kurang sensitif sebelum menstruasi.

    Sedangkan perempuan yang memiliki gejala PMS parah seperti sensitivitas tinggi sebelum menstruasi, kemungkinan karena memiliki kemampuan yang kurang dalam beradaptasi dengan variasi hormon tersebut.

    Studi ini dilakukan oleh Dr Erika Timby dari Umea University di Swedia, studi ini sekaligus merupakan suatu terobosan baru dalam memahami PMS yang terjadi pada sebagian besar perempuan.

    "Kami mempelajari beberapa perempuan, studi ini merupakan yang pertama memeriksa efek dari metabolit tertentu pada corpus luteus hormone manusia," ujar Dr Timby, seperti dikutip dari Telegraph.

    Dr Timby menuturkan pengetahuan yang besar mengenai mekanisme yang mendasari terjadinya PMS nantinya akan memberikan petunjuk untuk menemukan metode baru dalam perawatan, dan hal ini membuat PMS mudah untuk diobati.

    Beberapa gejala PMS yang muncul bisa meliputi berbagai perubahan fisik dan emosional. Keluhan terbesar dari gejala PMS adalah perubahan suasana hati, seperti merasa sangat kesal atau sedih. Sedangkan gejala fisik yang dialami saat PMS, antara lain perut kembung, nyeri payudara dan sakit kepala.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:32 am