Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Perlu Cemas Jika Bayi Lebih Rewel Ketika Diberi ASI

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Tak Perlu Cemas Jika Bayi Lebih Rewel Ketika Diberi ASI

    Post  lea on Mon Jan 16, 2012 6:25 am

    Tak Perlu Cemas Jika Bayi Lebih Rewel Ketika Diberi ASI


    Perempuan yang baru memiliki momongan mungkin merasa kaget mendapati anaknya sering rewel ketika diberi ASI. Namun menurut hasil penelitian, hal itu lumrah dan tak perlu dikhawatirkan.

    Para peneliti dari Medical Research Council (MRC) mengatakan bahwa sifat rewel tersebut adalah alami. Meskipun susu formula bayi mungkin mengandung lebih banyak susu dan lebih menenangkan, para peneliti menyarankan bahwa ASI tetap yang terbaik.

    Di Inggris, kebanyakan ibu ingin selalu menyusui bayinya. Namun dalam beberapa bulan kemudian, jumlah ibu yang menyusui anaknya turun menjadi sepertiga. Alasan yang paling banyak diberikan para ibu ketika berhenti menyusui adalah karena ASI saja dituding tidak cukup memuaskan bayi.

    Para ilmuwan MRC menduga bahwa para ibu ini nampaknya menganggap isyarat bayinya yang gampang menangis dan rewel sebagai sinyal negatif.

    Lebih lanjut lagi, para peneliti menjelaskan bahwa bayi normalnya memang mudah menangis. Hal itu alami dan dilakukan untuk berkomunikasi karena kebutuhannya terhadap ibu dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

    "Susu botol atau susu formula mungkin lebih banyak isinya, tetapi penelitian menunjukkan bahwa bayi bisa mendapat nutrisi berlebihan dan mengalami pertambahan berat badan terlalu cepat. Bayi bisa saja menangis karena kelelahan, bukan kelaparan. Dan alasan susu formula bisa membuat bayi menjadi tenang adalah karena bayi menjadi kekenyangan," kata pemimpin penelitian, Dr. Ken Ong.

    Dalam penelitian yang dilansir BBC, para peneliti memberi pertanyaan kepada lebih dari 300 orang ibu mengenai temperamen bayinya sendiri. Mereka juga diberi pertanyaan apakah mereka memberi bayinya ASI eksklusif ataukah susu botol.

    Secara keseluruhan, 137 bayi dalam penelitian mendapat ASI eksklusif, sebanyak 88 bayi hanya diberi susu botol, dan 91 bayi sisanya diberi ASI dan susu botol. Bayi yang diberi ASI juga memiliki temperamen yang lebih menantang dan cenderung rewel atau banyak menangis.

    "Dalam masyarakat modern, menyusui lewat ASI bisa memicu stres bagi ibu muda dan bayinya ketika mulai menyusui. Pasalnya, memberi susu botol di beberapa masyarakat dianggap lebih umum. Namun kami sering mendengar dari ibu-ibu bahwa setelah terbiasa, menyusui adalah hal yang mudah bagi mereka," kata Rosie Dodds dari National Childbirth Trust.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 6:31 pm