Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Vitamin D Ternyata Bisa Bantu Atasi Gangguan Penglihatan

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Vitamin D Ternyata Bisa Bantu Atasi Gangguan Penglihatan

    Post  flade on Wed Jan 18, 2012 10:55 am

    Vitamin D Ternyata Bisa Bantu Atasi Gangguan Penglihatan


    Seiring pertambahan usia, para lansia akan mengalami penurunan ketajaman penglihatan. Untungnya, peneliti menemukan vitamin D dapat mengatasi gangguan pada lansia ini. Selain itu, vitamin D juga berguna meningkatkan kebugaran dan menghalau alzheimer.

    Peneliti Inggris menemukan suplemen vitamin D berpotensi menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk mengatasi penyakit mata karena penuaan seperti degenerasi makula.

    Degenerasi makula adalah suatu keadaan yang mana makula (pusat dari retina dan menjadi bagian retina yang paling penting) mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

    Studi ini menggunakan hewan percobaan tikus yang menunjukkan efek vitamin D ini sudah terlihat hanya dalam waktu enam minggu. Para ilmuwan meyakini banyak orang di negara maju kekurangan vitamin D yang diduga penting dalam menjaga suplai darah yang mengalir ke retina.

    Profesor Jeffrey Glen dari Institute of Ophthalmology di University College London, yang memimpin penelitian menjelaskan pembuluh darah kecil yang memasok darah ke retina tersumbat oleh molekul-molekul kecil dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan peradangan.

    "Pada manusia, hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah sel-sel penerima cahaya di dalam mata hingga 30 persen ketika berusia 70 tahun dan memicu berkurangnya penglihatan," kata Prof Jeffrey, seperti dilansir The Telegraph.

    Namun, ketika tikus berusia satu tahun diberi suplemen vitamin D dan disuntik dengan minyak safflower yang mengandung 0,9 mikrogram vitamin D setiap tiga hari, penumpukan molekul beracun yang disebut amiloid beta jadi berkurang. Tikus-tikus tersebut juga mengalami peningkatan kemampuan penglihatan.

    Para peneliti menemukan ide ini setelah memeriksa temuan lain yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi penumpukan plak amiloid di otak. Penumpukan ini diketahui berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer.

    Tikus yang diberi suplemen juga mengalami pengurangan amiloid dalam pembuluh darah lainnya, seperti pembuluh aorta. Hal ini menunjukkan bahwa vitamin D juga dapat berguna membantu mencegah berbagai gangguan kesehatan karena pertambahan usia, dari berkurangnya penglihatan hingga penyakit jantung.

    "Meskipun vitamin D terkandung dalam beberapa makanan seperti ikan dan kuning telur, 90 persen vitamin D diproduksi oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Banyak orang tidak mendapat cukup sinar matahari untuk memproduksi vitamin D yang memadai," kata Prof Jefferey.

    Namun Prof Jeffrey memperingatkan agar para peneliti perlu menjalankan uji klinis pada manusia sebelum mengatakan dengan yakin bahwa lansia sebaiknya mulai mengonsumsi suplemen vitamin D.

    "Penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa ini barulah percobaan. Banyak orang berpikiran untuk mengonsumsi suplemen vitamin tanpa harus berkonsultasi dengan dokter. Meminum suplemen dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan," kata Clara Eaglen dari RNIB.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:53 am