Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pria Banyak Memikirkan Seks Jika Ekonomi Memburuk

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    Pria Banyak Memikirkan Seks Jika Ekonomi Memburuk

    Post  derinda on Thu Jan 19, 2012 4:54 am

    Pria Banyak Memikirkan Seks Jika Ekonomi Memburuk


    Pria lebih banyak mengejar pasangan seks ketika dihadapkan dengan lingkungan yang mengancam. Dalam kondisi bertahan hidup yang rendah atau ekonomi yang memburuk, pria akan lebih cenderung mengejar seks.

    Ketika misalnya diminta untuk memikirkan tentang kematiannya sendiri, peneliti menemukan bahwa pria merespons lebih kuat terhadap gambar seksual dan mengalami peningkatan detak jantung saat melihatnya.

    "Pria terbentuk secara biologis untuk bereproduksi. Lingkungan memberitahu strategi terbaik yang dapat digunakan untuk memastikan keturunannya dapat diteruskan. Jika pria berpikir dia akan segera mati, ia akan menggunakan strategi kawin jangka pendek untuk memastikan ia memiliki keturunan dan berharap beberapa di antaranya bisa bertahan hidup," kata psikolog dari Kansas University, Omri Gillath seperti dilansir Time Moneyland.

    Penelitian Gilliath yang dimuat dalam Journal of Experimental Social Psychology ini menunjukkan hubungan sebab akibat antara isyarat keselamatan hidup yang rendah dengan kesiapan seksual pria.

    Dalam kondisi bertahan hidup yang rendah, pria akan lebih cenderung mengejar seks di luar hubungan monogami dan mencari cara untuk menyebarkan keturunan sebanyak-banyaknya.

    "Ketika lingkungan aman, punya cukup makanan dan segala sesuatu berjalan sesuai rencana, orang cenderung berinvestasi pada anak-anak yang sudah dimiliki dan hidup dengan pasangannya saat ini atau memilih strategi menikah untuk jangka panjang. Tapi jika lingkungan menjadi berbahaya dan kesempatan bertahan hidup rendah, maka pria akan melakukan strategi jangka pendek yang memungkinkan mereka lebih banyak bereproduksi," kata Gillath.

    Gillath berteori bahwa kondisi ekonomi yang buruk bisa mendorong orang untuk berselingkuh dari komitmen hubungan jangka panjang dan mengikuti gaya hidup yang lebih kacau.

    "Perekonomian yang memberikan tanda-tanda kesempatan hidup yang rendah, tidak punya uang, tidak yakin dengan pekerjaan, tidak yakin dapat mendukung anak-anak yang sudah dimiliki, kondisi ini seperti hidup di padang rumput dan mengetahui bahwa tidak ada cukup buah dan hewan untuk dimakan. Pada saat seperti itu, orang mungkin akan lebih cenderung menyebarkan gennya dan akan sangat siap untuk berhubungan seks," kata Gillath.

    Penelitian Giliath ini bukanlah satu-satunya penelitian yang baru-baru ini menyalahkan ekonomi atas penyakit-penyakit sosial yang tampaknya tidak berhubungan.

    Sebuah penelitian yang dilakukan University of Miami mengatakan bahwa kondisi perekonomian buruk, yang diukur dengan tingginya tingkat pengangguran, dapat menyebabkan peningkatan penyalahgunaan alkohol dan perilaku berisiko yang berkaitan dengan alkohol, seperti mengemudi dalam keadaan mabuk.

    Temuan tersebut bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa orang cenderung mengurangi konsumsi alkohol ketika mengalami kemerosotan ekonomi karena pendapatannya tidak memadai untuk membeli minuman keras.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:42 pm