Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol Anak

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol Anak

    Post  derinda on Thu Jan 19, 2012 4:58 am

    Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol Anak


    Kebiasaan mengisap jempol dianggap normal pada bayi dan anak-anak sebagai kesenangan atau aktivitas yang menghibur, terutama ketika anak lapar atau lelah. Tapi jika anak masih mengisap jempol hingga usia 4-6 tahun akan berefek negatif. Bagaimana cara menghentikan kebiasaan mengisap jempol anak?

    Kebiasaan mengisap jempol akan mencapai puncaknya ketika anak berusia antara 18-20 bulan, dan biasanya menghilang ketika anak mulai berkembang dan dewasa.

    Tapi kebiasaan mengisap jempol yang melampaui usia 4-6 tahun dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak normal pada rongga mulut, seperti maloklusi gigi atau deformasi dari jaringan tulang jempol.

    Kebiasaan menghisap jempol yang berlebihan dan terus-menerus pada anak, dapat merupakan indikasi dari beberapa masalah emosional. Kebiasaan mengisap jempol dapat memiliki dampak besar pada kesehatan mulut anak setelah usia 5 tahun.

    Oleh karena itu, sebaiknya dapat menghentikan anak untuk tidak melakukan kebiasaan itu lagi ketika sekitar usia 3 tahun. Gigi depan atas dapat terdorong ke depan dan gigi depan bawah terdorong ke belakang oleh karena kebiasaan tersebut.

    Berikut masalah atau kondisi yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jempol seperti dikutip dari DentalHealthSite, antara lain:

    1. Langit-langit mulut akan terdorong ke atas menyebabkan berbagai masalah termasuk masalah bicara.
    2. Lengkung gigi sempit.
    3. Gigi berjejal oleh karena lengkung gigi sempit.
    4. Kulit pada jempol pecah-pecah dan kapalan.
    5. Infeksi jari dan kuku.
    6. Peningkatan risiko terinfeksi cacing kremi.
    7. Meningkatnya risiko infeksi lain.

    "Mengisap jempol mungkin dapat menyenangkan dan menenangkan untuk anak-anak. Tetapi kebiasaan tersebut jika dilakukan secara terus-menerus akhirnya dapat mengganggu atau menyebabkan masalah pada rongga mulut," kata para ahli.

    Cara-cara untuk membantu anak berhenti mengisap jempol menurut rekomendasi dari American Dental Association seperti dikutip dari EverydayHealth, antara lain:

    1. Daripada memarahi anak untuk berhenti mengisap jempol, lebih baik menawarkan pujian saat anak tidak melakukannya.

    2. Temukan cara lain yang dapat menawarkan kenyamanan dan menenangkan kecemasan anak. Kecemasan biasanya merupakan alasan anak mempunyai kebiasaan mengisap jempol.

    3. Meminta dokter gigi menjelaskan kepada anak mengenai efek yang dapat ditimbulkan jika mempunyai kebiasaan mengisap jempol.

    4. Jempol anak dibalut perban atau mengoleskann sesuatu yang memiliki rasa yang tidak enak. Cara ini merupakan cara yang direkomendasikan oleh dokter anak untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:34 pm