Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    4 Pertimbangan Sebelum Memilih Berhenti Kerja Demi Anak

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    4 Pertimbangan Sebelum Memilih Berhenti Kerja Demi Anak

    Post  derinda on Thu Jan 19, 2012 5:06 am

    4 Pertimbangan Sebelum Memilih Berhenti Kerja Demi Anak


    Wanita terkadang mengalami dilema antara ingin berhenti bekerja demi mengurus anak atau tetap terus menjadi karyawan setelah melahirkan. Anda mengalaminya? Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan dilakukan sebelum memutuskan, seperti dikutip dari BabyCenter:

    1. Hitung Semua Pengeluaran
    Mulailah dengan membuat daftar\' semua pengeluaran Anda dan suami, seperti berapa untuk membayar cicilan rumah, belanja bulanan, rekening listrik, telepon dan air, asuransi, pensiun dan lain-lain. Pastikan Anda sudah memasukkan semua pengeluaran yang memang wajib dikeluarkan setiap bulan dalam daftar\' tersebut.

    Setelah menuliskan apa saja daftar\' kebutuhan utama, mulailah menulis daftar\' pengeluaran tambahan. Contohnya uang yang Anda keluarkan untuk bersenang-senang (menonton film atau makan di restoran), memotong rambut, langganan majalah, membeli hadiah\' ulang tahun dan lain-lain.

    Jangan lupa juga untuk memasukkan pengeluaran tidak terduga dalam daftar\' tersebut. Misalnya untuk memperbaiki rumah yang rusak atau membayar biaya ke dokter yang tidak ditanggung asuransi.

    2. Pikirkan Keuntungan dan Kelebihan
    Kalau semua pengeluaran sudah dicatat, Anda akan lebih paham berapa sebenarnya uang yang dibutuhkan setiap bulannya. Coba hitung apakah dengan Anda berhenti bekerja, semua pengeluaran tersebut tetap bisa terbayar.

    Dengan berhenti bekerja pun sebenarnya ada uang yang bisa dihemat. Anda tidak lagi perlu mengeluarkan uang untuk transportasi sehari-harinya. Anda jadi bisa memasak makanan sendiri, lebih hemat belanja baju, sepatu, tas dan masih banyak lagi.

    Tapi ada ketidakuntungan yang akan Anda dapat juga jika berhenti bekerja. Contohnya, asuransi diri yang awalnya ditanggung perusahaan\' kini harus Anda bayar sendiri. Begitu juga asuransi anak yang diberikan oleh sejumlah perusahaan\'.

    Kalau memang Anda memutuskan untuk berhenti bekerja sementara, perlu diingat juga, belum tentu kalau nanti Anda kembali, gaji yang didapat bisa sebesar dulu. Namun ini juga tergantung seberapa kompeten diri Anda.

    3. Cermati dengan Baik
    Seluruh daftar\' pengeluaran tersebut tentu tidak akan membuat Anda pusing untuk berpikir seandainya gaji suami bisa menanggung semuanya. Hal berbeda Anda rasakan ketika ternyata gaji suami seorang kurang cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran tersebut.

    Kalau memang hal itu yang terjadi, Anda masih bisa tetap mencari jalan keluar. Coba ajak suami duduk bareng dan pikirkan hal apa saja yang bisa dilakukan agar seluruh pengeluaran itu bisa tetap terbayar.

    Misalnya saja, mungkin ada cara untuk memangkas pengeluaran tersebut. Atau pengorbanan apa yang harus Anda dan suami lakukan agar rencana berhenti bekerja ini bisa terwujud.

    Jika Anda memutuskan untuk berhenti bekerja, meski kondisi keuangan kurang mencukupi, pastikan saat bicara dengan suami Anda sudah memiliki rencana. Hitung dengan baik apa yang bisa Anda hemat sehingga gaji suami cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga. Bisa saja Anda memberi usul untuk bekerja dari rumah seperti misalnya membukan online shop.

    4. Jangan Menyerah
    Jika berhenti bekerja secara total bukan pilihan terbaik, cari lagi aternatif cara lainnya agar keuangan keluarga Anda tetap bisa dalam kondisi sehat. Mungkin Anda bisa mencari pekerjaan lain yang jam kerjanya lebih fleksibel.

    Kalau memang ternyata alternatif pekerjaan itu tidak ada, berarti Anda harus mencari cara agar bisa lebih menghemat pengeluaran. Jangan langsung buru-buru melakukan penghematan di mana-mana.

    Berhemat itu mirip seperti diet, jika Anda melakukannya secara tiba-tiba, Anda bisa saja mengalami shock dan mudah menyerah. Mulailah berhemat untuk beberapa hal saja, jangan langsung memangkas semua pengeluaran yang Anda anggap tidak perlu. Setelah Anda bisa melakukannya, barulah secara perlahan lakukan penghematan lainnya.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 8:50 am