Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Patah Hati Bisa Sebabkan Kematian

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Patah Hati Bisa Sebabkan Kematian

    Post  kuning on Fri Jan 20, 2012 6:16 am

    Patah Hati Bisa Sebabkan Kematian


    Tidak hanya menyebabkan kegalauan, sakit hati karena cinta juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan menurut penelitian, patah hati bisa berisiko kematian.

    Penelitian yang melibatkan 2.000 orang dan diterbitkan dalam jurnal Circulation itu menemukan bahwa orang yang sakit hati karena cinta memiliki risiko terkena serangan jantung 21 kali lebih tinggi pada hari kejadian, dan enam kali lebih tinggi pada hari normal dalam minggu pertama (setelah patah hati).

    Para ilmuwan percaya bahwa peningkatan risiko tersebut akibat kombinasi dari tingkat stres, kurang tidur dan lupa minum obat secara teratur. Stres psikologis yang berhubungan dengan kesedihan dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan dan pembekuan darah. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya serangan jantung.

    Dr Murray Mittleman, pemimpin penelitian dan pakar kesehatan jantung dari Harvard Medical School mengatakan, "Selama masih merasakan kesedihan ekstrim dan tekanan psikologis, Anda masih perlu mengurus diri sendiri dan mencari pengobatan medis untuk gejala yang berhubungan dengan serangan jatung. Pengasuh, penyedia pelayanan kesehatan dan si penderita sendiri perlu mengenali periode saat mereka berisiko tinggi pada hari dan minggu setelah mendengar kabar kematian seseorang."

    Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti mempelajari 1.985 orang yang selamat dari serangan jantung dan mencatat beberapa dari mereka yang baru saja mengalami patah hati atau sedang berduka. Dari peserta penelitian diketahui, 270 orang telah kehilaan kerabat dekatnya pada enam bulan sebelumnya, termasuk 19 orang yang juga kehilangan seseorang sekaligus terkena serangan jantung di waktu yang sama.

    "Kami menemukan bahwa stres dan emosional tingkat tinggi dapat memicu serangan jantung. Tapi kita tidak boleh melupakan fakta bahwa serangan jantung yang dipicu oleh stres biasanya hanya terjadi pada orang yang sudah memiliki sejarah penyakit jantung. Ini sangat penting untuk selalu minum obat bagi mereka yang memiliki atau berisiko sakit jantung. Jangan mengabaikan minum obat setelah Anda merasakan kesedihan yang sangat berat," jelas Profesor Peter Weissberg dari British Heart Foundation, seperti yang dikutip dari Huffingtonpost.

    Penelitian sebelumnya menemukan bahwa wanita sembilan kali lebih mudah mengalami 'sindrom patah hati' --trauma emosional atau rasa shock yang bisa memciu gejala serangan jantung atau masalah jantung lainnya. Simak berita selengkapnya di sini.



      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 3:32 pm