Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?

    Share
    avatar
    lea

    391
    Age : 32
    08.03.09

    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?

    Post  lea on Tue Jan 24, 2012 5:25 am

    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?


    Sinusitis bisa disembuhkan dengan obat. Namun sebelum membeli dan memutuskan mana yang tepat, terbaik, terjangkau dan terefektif, maka berkonsultasilah ke dokter terdekat.

    Beberapa obat antibiotik yang dipakai dokter di dalam pengobatan sinusitis sebagai terapi lini pertama adalah:

    1. Amoxicillin
    2. Trimethoprimsulfamethoxazole

    Adapun beberapa obat yang dipakai dokter sebagai terapi lini kedua pengobatan sinusitis antara lain:

    1. Amoxicillin-clavulanate
    2. Cefuroxime
    3. Cefpodoxime
    4. Cefixime
    5. Loracarbef
    6. Clindamycin
    7. Clarithromycin
    8. Azithromycin
    9. Levofloxacin
    10. Ciprofloxacin
    11. Trovafloxacin

    Menurut Guideline/pedoman lain, obat antimikroba yang sering digunakan dokter pada kasus sinusitis:

    A. Golongan Beta-lactams:
    1. Amoxicillin
    2. Amox-clav (amoxicillin-clavulanate)
    3. Cefaclor
    4. Cefixime
    5. Cefuroxime
    6. Cefprozil
    7. Cefpodoxime
    8. Cephalexin
    9. Ceftibuten
    10. Dicloxacillin
    11. Loracarbef

    B. Golongan Macrolides:
    1. Erythromycin
    2. Azithromycin
    3. Clarithromycin

    C. Golongan Quinolones
    1. Levofloxacin
    2. Ciprofloxacin
    3. Grepafloxacin
    4. Ofloxacin
    5. Sparfloxacin
    6. Trovafloxacin

    D. Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX)
    E. Doxycycline
    F. Clindamycin

    Meskipun peningkatan kekebalan terhadap mikroba (microbial resistance), banyak dokter yang masih menganjurkan atau meresepkan amoxicillin sebagai antibiotik pertama (firstline antibiotic) pada penyakit berbasis komunitas (community-acquired disease) karena harganya yang murah, toleransinya baik, berpengalaman dengan penggunaan obat ini, dan "jinaknya" sebagian besar kasus sinusitis akut.

    Amoxicillin-clavulanate merupakan pilihan logis sebagai alternatif antibiotik yang berspektrum luas karena kandungan beta-lactamase–inhibiting properties. Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) efektif melawan bakteri bernama Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis.

    TMP-SMX juga merupakan alternatif pilihan pertama pada penderita yang sensitif terhadap penicillin, meskipun memiliki efek samping, salah satunya timbul ruam di kulit.

    Obat steroid untuk hidung (nasal steriods), seperti: fluticasone dapat dipakai atas rekomendasi dokter.

    Semprotan hidung (nasal sprays), misalnya yang mengandung phenylephrine hydrochloride dan oxymetazoline hydrochloride, dapat meringankan atau meredakan gejala yang timbul akibat sinusitis.

    Obat golongan antihistamin umumnya tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut karena berkaitan erat dengan keringnya selaput lendir (membran mukosa) dan menghalangi pembersihan sekresi. Namun ada referensi yang memerbolehkan penggunaan antihistamin oral, seperti: loratadine, tentunya sesuai indikasi.

    Minum banyak air juga membantu membersihkan atau mengeluarkan (sekresi) lendir.

    Berikut ini kiat efektif untuk mencegah sinusitis:

    • Sering-seringlah mencuci tangan.

    • Hindarilah polusi udara yang dapat mengiritasi hidung.

    • Kurangilah atau hindarilah terpapar allergen atau zat yang menyebabkan alergi.

    • Pergunakanlah alat pelembab udara di rumah atau di kantor, terutama bila ada penderita flu.

    • Makanlah dengan menu/diet yang seimbang, teratur dalam berolahraga, berpola hidup seimbang.

    • Perhatikan dan tingkatkan ventilasi di rumah dengan membuka jendela (bila memungkinkan).

    • Minimalkan kontak langsung dengan penderita sinusitis, common cold, atau influenza.

    • Berhati-hatilah bila hobi berenang, sebab kandungan klorin di kolam renang dapat mengiritasi mukosa hidung dan sinus, lalu memicu timbulnya sinusitis.

    • Berhati-hatilah pula bila hobi menyelam di laut/samudera yang dalam dan mendaki gunung, sebab meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.


    Semoga bermanfaat.

    dr. Dito Anurogo
    Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology, berkarya di RS Keluarga Sehat JL. P. Sudirman 9 Margorejo Pati, Jawa Tengah. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi', saat ini sedang melakukan riset tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA.

    Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta\' solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).


      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 3:35 am