Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?

    Post  lea on Tue Jan 24, 2012 5:25 am

    Apakah Sinusitis Bisa Disembuhkan dengan Obat?


    Sinusitis bisa disembuhkan dengan obat. Namun sebelum membeli dan memutuskan mana yang tepat, terbaik, terjangkau dan terefektif, maka berkonsultasilah ke dokter terdekat.

    Beberapa obat antibiotik yang dipakai dokter di dalam pengobatan sinusitis sebagai terapi lini pertama adalah:

    1. Amoxicillin
    2. Trimethoprimsulfamethoxazole

    Adapun beberapa obat yang dipakai dokter sebagai terapi lini kedua pengobatan sinusitis antara lain:

    1. Amoxicillin-clavulanate
    2. Cefuroxime
    3. Cefpodoxime
    4. Cefixime
    5. Loracarbef
    6. Clindamycin
    7. Clarithromycin
    8. Azithromycin
    9. Levofloxacin
    10. Ciprofloxacin
    11. Trovafloxacin

    Menurut Guideline/pedoman lain, obat antimikroba yang sering digunakan dokter pada kasus sinusitis:

    A. Golongan Beta-lactams:
    1. Amoxicillin
    2. Amox-clav (amoxicillin-clavulanate)
    3. Cefaclor
    4. Cefixime
    5. Cefuroxime
    6. Cefprozil
    7. Cefpodoxime
    8. Cephalexin
    9. Ceftibuten
    10. Dicloxacillin
    11. Loracarbef

    B. Golongan Macrolides:
    1. Erythromycin
    2. Azithromycin
    3. Clarithromycin

    C. Golongan Quinolones
    1. Levofloxacin
    2. Ciprofloxacin
    3. Grepafloxacin
    4. Ofloxacin
    5. Sparfloxacin
    6. Trovafloxacin

    D. Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX)
    E. Doxycycline
    F. Clindamycin

    Meskipun peningkatan kekebalan terhadap mikroba (microbial resistance), banyak dokter yang masih menganjurkan atau meresepkan amoxicillin sebagai antibiotik pertama (firstline antibiotic) pada penyakit berbasis komunitas (community-acquired disease) karena harganya yang murah, toleransinya baik, berpengalaman dengan penggunaan obat ini, dan "jinaknya" sebagian besar kasus sinusitis akut.

    Amoxicillin-clavulanate merupakan pilihan logis sebagai alternatif antibiotik yang berspektrum luas karena kandungan beta-lactamase–inhibiting properties. Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) efektif melawan bakteri bernama Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis.

    TMP-SMX juga merupakan alternatif pilihan pertama pada penderita yang sensitif terhadap penicillin, meskipun memiliki efek samping, salah satunya timbul ruam di kulit.

    Obat steroid untuk hidung (nasal steriods), seperti: fluticasone dapat dipakai atas rekomendasi dokter.

    Semprotan hidung (nasal sprays), misalnya yang mengandung phenylephrine hydrochloride dan oxymetazoline hydrochloride, dapat meringankan atau meredakan gejala yang timbul akibat sinusitis.

    Obat golongan antihistamin umumnya tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut karena berkaitan erat dengan keringnya selaput lendir (membran mukosa) dan menghalangi pembersihan sekresi. Namun ada referensi yang memerbolehkan penggunaan antihistamin oral, seperti: loratadine, tentunya sesuai indikasi.

    Minum banyak air juga membantu membersihkan atau mengeluarkan (sekresi) lendir.

    Berikut ini kiat efektif untuk mencegah sinusitis:

    • Sering-seringlah mencuci tangan.

    • Hindarilah polusi udara yang dapat mengiritasi hidung.

    • Kurangilah atau hindarilah terpapar allergen atau zat yang menyebabkan alergi.

    • Pergunakanlah alat pelembab udara di rumah atau di kantor, terutama bila ada penderita flu.

    • Makanlah dengan menu/diet yang seimbang, teratur dalam berolahraga, berpola hidup seimbang.

    • Perhatikan dan tingkatkan ventilasi di rumah dengan membuka jendela (bila memungkinkan).

    • Minimalkan kontak langsung dengan penderita sinusitis, common cold, atau influenza.

    • Berhati-hatilah bila hobi berenang, sebab kandungan klorin di kolam renang dapat mengiritasi mukosa hidung dan sinus, lalu memicu timbulnya sinusitis.

    • Berhati-hatilah pula bila hobi menyelam di laut/samudera yang dalam dan mendaki gunung, sebab meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.


    Semoga bermanfaat.

    dr. Dito Anurogo
    Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology, berkarya di RS Keluarga Sehat JL. P. Sudirman 9 Margorejo Pati, Jawa Tengah. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi', saat ini sedang melakukan riset tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA.

    Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta\' solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:12 am