Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

IKLAN ANDA


    Kebanyakan Wanita Keliru Menghitung Masa Suburnya

    Share
    avatar
    flade

    951
    23.09.09

    Kebanyakan Wanita Keliru Menghitung Masa Suburnya

    Post  flade on Wed Jan 25, 2012 2:16 pm

    Kebanyakan Wanita Keliru Menghitung Masa Suburnya


    Kebanyakan wanita tidak diajari dan tidak mempelajari fakta dasar tentang kesuburan dan penuaan. Seringnya menduga bahwa pada usia di atas 30 tahun, memiliki anak adalah hal yang masih mudah dicapai. Kenyataannya, kesuburan menurun drastis setelah menginjak usia 35 tahun.

    Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2011 lalu oleh RESOLVE, Asosiasi Infertilitas Nasional di AS, menemukan bahwa kebanyakan wanita keliru memahami tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hamil dan berapa banyak penurunan tingkat kesuburan dalam berbagai usia.

    Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Reproductive Medicine ini menyurvei 1.000 wanita berusia 25-35 tahun yang telah berkonsultasi dengan dokter tentang kesuburannya.

    Kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa pada usia 30 tahun, wanita yang sehat memiliki sekitar 20% kesempatan untuk hamil setiap bulannya. Dan pada saat mencapai usia 40 tahun, kemungkinannya turun menjadi sekitar 5%.

    Sebaliknya, banyak dari wanita yang disurvei berpikir bahwa seorang wanita berusia 30 tahun memiliki kesempatan 70% untuk hamil dan kemungkinan ketika berusia 40 tahun dapat mendekati 60% untuk hamil.

    "Mereka juga percaya bahwa seorang wanita berusia 20 tahun bisa hamil dalam waktu kurang dari dua bulan setelah berhubungan seks tanpa kondom, bukan dalam waktu lima bulan seperti rata-rata kebanyakan orang," kata Barbara Collura, direktur eksekutif RESOLVE seeprti dilansir TodayHealth.

    "Tetapi kebanyakan wanita tidak mendapatkan penanganan dasar atas kesuburan sebelum terlambat. Mereka bahkan tidak datang untuk mendapat perawatan kesuburan sampai berusia 40 tahunan. Beberapa di antaranya datang ketika sudah kehabisan waktu," kata Dr William Schoolcraft, direktur medis dari Colorado Center for Reproductive Medicine di Denver.

    Pada negara di mana pendidikan seksnya berfokus pada menghindari kehamilan dan mencegah penyakit menular seksual, sebagian besar wanita percaya bahwa memiliki bayi adalah hal yang sangat mudah.

    Anggapan ini mengabaikan kenyataan bahwa infertilitas atau ketidak suburan mempengaruhi 7,3 juta wanita di Amerika Serikat atau sekitar 1 dari 8 pasangan, menurut Centers for Disease Control and Prevention di AS.

    Setelah sekitar usia 35 tahun, kesuburan menurun drastis. Kemajuan medis pengobatan infertilitas memang telah membantu meningkatkan tingkat kelahiran di kalangan wanita berusia 40-an. Kebanyakan wanita yang mengalami kesulitan dalam mendapat keturunan kemudian menjalani prosedur bayi tubung.

    Antara 2008 dan 2009, tingkat melahirkan pada wanita berusia 20-24 tahun mencapai rekor terendah, yaitu turun sebanyak 7%. Pada saat yang sama, angka untuk wanita berusia 40-44 tahun melonjak 3% dan kelahiran pada wanita yang berusia di atas 50 tahun naik 5%. Hal ini menunjukkan tren bahwa wanita lebih suka menunda memiliki anak setelah mencapai usia 30 tahun.



      Waktu sekarang Sun Oct 22, 2017 1:40 pm