Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mitos-mitos Keliru Seputar Pernikahan

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Mitos-mitos Keliru Seputar Pernikahan

    Post  flade on Sun Jan 29, 2012 4:56 am

    Mitos-mitos Keliru Seputar Pernikahan


    Banyak mitos tentang pernikahan yang dipercaya dapat membawa kebahagiaan. Mitos tersebut terkadang menimbulkan ekspektasi yang tinggi bagi mayoritas orang yang merencanakan pernikahan. Padahal, belum tentu mitos itu benar dan yang terjadi malah sebaliknya. Berikut 5 mitos seputar pernikahan yang sebaiknya tidak perlu Anda hiraukan, seperti yang dilansir Times of India.

    1. Pernikahan dapat Membuat Anda Tak Kesepian Lagi
    Banyak sekali pasangan yang membenarkan mitos tersebut. Mereka menganggap bahwa dalam pernikahan, semua hal akan dijalani dan ditanggung berdua. Jika sedang dirundung masalah di kantor atau dengan keluarga, mereka menganggap akan ada pasangan yang menemani sehingga mereka tidak akan kesepian. Nyatanya, beberapa wanita saat ini tetap merasa kesepian meskipun mereka telah menikah. Bagi Anda yang kesepian dan merasa bahwa pernikahan merupakan solusinya, Anda perlu berpikir dan mengidentifikasi lebih jauh tentang mitos tersebut. Menikahlah karena Anda memang ingin dan siap.

    2. Dapat Melakukan Hubungan Seksual Kapan Saja
    Hasrat seksual dan frekuensi Anda untuk melakukan hubungan seks tergantung dari libido masing-masing. Selain itu, gairah seksual bisa saja berkurang seiring bertambahnya waktu. Pasangan yang terus-menerus bertengkar satu sama lain tentu tidak mendapatkan kepuasan seks yang cukup. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan dapat selalu memuaskan hasrat seksual, tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya pasangan tidak bisa bercinta karena sudah terlalu lelah akibat pekerjaan menumpuk, sibuk mengurus anak atau waktu yang sangat terbatas. Menikah adalah hal yang rumit, bukan sekadar cara untuk melegalkan hubungan seksual.

    3. Wanita Tidak Perlu Bekerja Setelah Menikah
    Mitos ini cenderung kurang realistis. Dewasa ini, sesuai dengan tuntutan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, tampaknya sangat lumrah apabila wanita juga harus memiliki pekerjaan sendiri. Memiliki suami bukan berarti keadaan finansial Anda akan membaik sehingga semua kebutuhan yang sesuai dengan gaya hidup dapat terpenuhi. Pasangan Anda juga mungkin akan terbebani dan sedikit keberatan jika ia dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.

    4. Memiliki Keluarga Besar yang Bahagia
    Semua orang yang berencana menikah pasti juga ingin memenangkan hati mertua dan keluarga besar si pasangan. Mereka memiliki ekspektasi dan bahkan mereka yakin bahwa keluarga pasangan akan menyayangi dan mencintai mereka layaknya keluarga sendiri. Nyatanya, keadaan yang ada bisa saja jauh dari ekspektasi. Konflik, perbedaan pendapat dan prinsip pasti akan mewarnai setiap keluarga besar. Berikanlah cinta dan perhatian bagi keluarga besar pasangan Anda, tapi jangan terlalu berharap banyak.

    5. Anak Akan Memperkuat Ikatan Pernikahan
    Banyak yang menganggap bahwa anak dapat memperkuat kualitas pernikahan dan meredakan konflik yang terjadi pada pasangan yang telah menikah. Namun, tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Brian Doss, PdD dari Texas A&M University dan Galena Rhoades, PhD, Scott Stanley, PhD, serta\' Howard Mark, PhD, dari University of Denver menunjukkan bahwa kepuasaan pernikahan lebih cepat menurun pada pasangan yang telah memiliki anak.

    Jadi, sebelum memutuskan untuk cepat memiliki anak dengan alasan agar pernikahan dapat menjadi lebih bahagia, sebaiknya pertimbangkan matang-matang aspek lain. Apakah Anda berdua memang menginginkan adanya anak sekarang juga? Sudah siapkah Anda dan pasangan untuk memiliki anak?



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 3:10 am