Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Marah-marah Bisa Sebabkan Kadar Kolesterol Naik

    Share

    chaniago

    147
    07.06.10

    Marah-marah Bisa Sebabkan Kadar Kolesterol Naik

    Post  chaniago on Wed Feb 15, 2012 4:08 am

    Marah-marah Bisa Sebabkan Kadar Kolesterol Naik


    Dalam kehidupan sehari-hari, sesekali bersinggungan dan menghadapi situasi yang menjengkelkan adalah hal yang lumrah. Di saat itu, orang akan cenderung terusik emosinya dan bisa menjadi marah. Sayangnya, membiarkan kemarahan meluap-luap justru berakibat buruk bagi jantung.

    Menurut peneliti dari Ohio State University, ada bukti bahwa orang yang merespons situasi yang memicu amarah dengan cara yang negatif cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi. Kolesterol atau lemak jahat ini dapat merusak pembuluh darah arteri.

    "Jika menanggapi setiap situasi pemicu kemarahan dengan hati yang panas dan emosi yang meluap-luap, maka risiko penyakit jantung serius sudah menanti di depan mata," kata peneliti seperti dilansir CNN.

    Para ahli menyarankan bahwa respons terbaik dalam situasi yang memicu amarah adalah dengan menjadi kreatif dan fleksibel. Meredam kemarahan sesegera mungkin sangat penting dilakukan untuk mengurangi efek negatifnya terhadap tubuh.

    Penelitian menunjukkan bahwa peserta penelitian yang selalu bereaksi terhadap situasi pemicu kemarahan dengan cara yang negatif memiliki kadar kolesterol 'jahat' atau LDL yang lebih tinggi. Kecenderungan ini terlepas dari apakah mereka meluapkan kemarahan atau hanya menahan amarahnya.

    Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang lebih fleksibel, lebih sering menyembunyikan kemarahannya daripada menunjukkannya kepada orang lain, memiliki tingkat kolesterol jahat yang paling rendah.

    Kemarahan yang dipendam lama dan intensif memicu pelepasan lemak dari jaringan ke dalam aliran darah. Tubuh melepaskan zat lemak untuk diubah menjadi energi sebagai bagian dari respons melawan atau lari terhadap bahaya yang dirasakan demi kelangsungan hidup.

    Peneliti menyarankan ketika menghadapi situasi yang menyebabkan amarah, respons yang sehat adalah tetap tenang sehingga dapat segera meredakan kemarahan. Namun, pastikan agar tetap terkontrol dan tidak menjadi agresif.

    Dalam situasi lain yang mengancam, seperti diomeli oleh atasan atau mengalami peristiwa yang menjengkelkan, harus dihadapi dengan tenang sampai bisa mencari jalan untuk membakar energi negatif yang ditimbulkan, bisa dengan cara berjalan cepat, berolahragaatau bertinju.




      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:50 am