Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Cara Tahu Anak Kena Asma atau Tidak

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    Cara Tahu Anak Kena Asma atau Tidak

    Post  sangi on Wed Feb 22, 2012 5:04 am

    Cara Tahu Anak Kena Asma atau Tidak


    Tak semua orangtua mampu mengenali penyakit asma yang diderita oleh anaknya, padahal deteksi secara dini bisa mencegah terjadinya serangan. Lalu apa yang harus diwaspadai orangtua mengenai asma pada anak?

    Serangan asma yang dialami oleh anak-anak tidak selalu disertai dengan sesak napas dan mengi seperti pada orang dewasa. Serangan asma pertama kali pada anak bisa saja ringan tapi dapat juga fatal yang memerlukan perawatan medis.

    Tanda pertama yang sering muncul jika anak memiliki asma adalah batuk yang sering datang dan pergi atau berulang setiap beberapa minggu dan kadang sesekali disertai juga dengan mengi, seperti dikutip dari Mirror.co.uk.

    Para ahli menuturkan hal ini sering kali lebih buruk terjadi saat malam hari dan bisa membuat anak sulit untuk bernapas dan mengganggu waktu tidurnya. Tapi gejala ini seringkali diabaikan, padahal batuk yang sering terjadi ada kemungkinan gejala awal asma.

    Biasanya orangtua baru menganggap sesuatu serius jika anak sudah mengatakan bahwa ia sulit bernapas atau orangtua mendengar suara mengi. Jika muncul keluhan ini sebaiknya segera berikan pengobatan, karena serangan asma yang muncul bisa membuat anak menderita. Untuk itu orangtua harus mencegahnya agar tidak terjadi.

    Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit asma, alergi, eksim atau hayfever, maka anak-anak ini lebih mungkin atau berisiko memiliki asma dibanding keluarga yang tidak punya riwayat tersebut.

    Selain itu anak bisa lebih rentan kena asma jika di dalam rumah ada perokok, lahir prematur atau mengalami infeksi saat anak-anak seperti bronchiolitis dengan campak, batuk rejan atau cacar air.

    Setelah anak didiagnosis asma, diperlukan kewaspadaan terus menerus dan tak ada salahnya memeriksa berapa banyak udara saat anak bernapas dalam satuan liter per menit. Skor yang rendah berarti saluran udaranya meradang dan menyempit.

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak asma seperti menggunakan obat inhaler atau obat pencegah untuk menghentikan serangan asma, serta\' bisa juga menghindari pemicu serangan asma.

    Asma merupakan penyakit kronik (menahun) pada bronkus (saluran napas bawah), dengan gejala yang timbul berulang secara akut (mendadak) dan terjadi berulang-ulang. Asma juga merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak.



      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 5:45 pm