Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Sepelekan Ukuran Testis Anak

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Jangan Sepelekan Ukuran Testis Anak

    Post  flade on Thu Feb 23, 2012 6:35 am

    Jangan Sepelekan Ukuran Testis Anak



    Ukuran testis yang dimiliki oleh anak kadang luput dari perhatian orangtua. Tapi sebaiknya jangan sepelekan ukuran testis anak karena nanti bisa mempengaruhi kesuburannya ketika dewasa.

    "Ukuran testis berpengaruh, karena normalnya ukuran kanan dan kiri masing-masing 15 cc. Penting karena 85 persen dari volume testis ini untuk membuat spermatozoa, jadi kalau volumenya sedikit sudah tentu pabriknya juga sedikit," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU disela-sela acara seminar media 'Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria' di Hotel Akmani.

    Dr Rasyid menuturkan umumnya orangtua susah mengamatinya. Tapi yang paling aman untuk orangtua adalah begitu anaknya lahir periksa normal semua apa enggak termasuk 'biji' (testis) nya ada atau tidak. Kalau orangtua ragu ada atau tidak sebaiknya bawa ke dokter anak.

    "Untuk ukuran testis ini bisa ditanya saat kontrol ke dokter anak, karena mereka punya tabelnya. Selain itu ada alat untuk membandingkan berapa volume testis yang dimiliki," ujar Dr Rasyid.

    Dr Rasyid menjelaskan testis itu belum dibilang tidak normal kalau belum mencapai akil baligh, meski begitu orangtua harus memperhatikan pertumbuhan dari testis ini sejak ia dilahirkan.

    Selain ukuran, masalah lain yang bisa terjadi adalah testis tidak turun ketika bayi dilahirkan. Diperkirakan sekitar 2-5 persen bayi yang lahir testisnya tidak turun.

    "Dulu biasanya ditunggu hingga bayi berusia 2 tahun, tapi data terbaru menunjukkan kalau testis tidak diturunkan selama setahun maka sudah ada perubahan pada testis itu sendiri secara patologi. Sebaiknya testis diturunkan saat berusia 6-12 bulan," ungkapnya.

    Dr Rasyid menyarankan begitu bayi lahir pastikan ada 2 testis yang dimiliki bayi, kalau memang tidak ada bisa dilakukan laparoskopi untuk mencari tahu dimana posisinya, testis bisa berada di lipatan paha, turun tapi nyasar ke paha atau yang paling bahaya masih diperut yang jika dibiarkan dapat memicu tumor testis.

    Umumnya ketika masih berada dalam janin, semua testis berada di dalam perut. Seiring berjalannya waktu, ketika usia kehamilan 7 bulan maka testis ini sudah diturunkan ke skrotum. Tapi pada kondisi tertentu testis ini tidak turun atau nyasar tempatnya.

    "Salah satu penyebabnya karena KB minum, kadang ibu tidak tahu kalau ia hamil tapi terus konsumsi obat KB sehingga kadar estrogennya tinggi. Tingginya estrogen ini menghambat turunnya testis," ujar Dr Rasyid selaku Kepala Departemen Urologi FKUI.

    Untuk itu orangtua sebaiknya jangan menyepelekan ukuran testis yang dimiliki oleh anaknya, jika diketahui lebih dini maka kondisi ini masih bisa diperbaiki sehingga tidak mengganggu produksi sperma dan kesuburannya.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:24 am