Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok

    Post  flade on Tue Mar 06, 2012 5:31 am

    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok


    Perilaku anak di masa pertumbuhan sudah bisa diperkirakan sejak masih bayi. Jika sejak bayi sudah sering ngorok dan memiliki masalah pernapasan saat tidur, maka anak tersebut tersebut lebih rentan mengalami kegelisahan dan hiperaktif.

    Menurut penelitian terbaru di Albert Einstein College of Medicine, gangguan pernapasan saat tidur bisa menandakan risiko gangguan perilaku di kemudian hari. Pada anak usia 9-69 bulan, ngorok dan henti napas saat tidur berhubungan dengan risiko hiperaktivitas.

    Jika bayi mulai ngorok pada usia tersebut, maka risikonya untuk menjadi hiperaktif saat berusia 7 tahun meningkat 60 persen. Bahkan ketika kebiasaan ngorok tersebut hilang pada usia 18 bulan, risiko menjadi hiperaktif masih lebih tinggi 40-50 persen.

    Pada bayi-bayi yang mengalami gejala paling buruk dari gangguan pernapasan saat tidur, risiko gangguan perilaku di usia 7 tahun teramati makin tinggi. Hiperaktivitas hanya salah satunya, selain itu masih ada masalah sosial lainnya yang bisa dialami anak-anak tersebut.

    Dalam penelitian tersebut, gangguan pernapasan saat tidur pada bayi juga dikaitkan dengan perasaan gelisah serta\' risiko depresi setelah berusia 7 tahun. Peningkatan risiko depresi dan kegelisahan pada anak-anak yang ngorok sejak bayi teramati 32-65 persen lebih tinggi.

    Meski demikian, risiko gangguan perilaku bukan satu-satunya hal yang perlu dikhawatirkan. Gangguan pernapasan saat tidur lebih banyak berkaitan dengan kualitas tidur, sehingga akan lebih mempengaruhi kebugaran fisik dan mental serta\' daya tahan tubuh anak.

    "Temuan ini menunjukkan, gangguan pernapasan saat tidur butuh perhatian lebih sedini mungkin," kata Karen Bonuck, PhD yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Medpagetoday.

    Pengamatan dan penanganan seperti operasi amandel kadang juga perlu diperlukan untuk mengatasi gangguan pernapasan saat tidur. Dalam beberapa kasus, ngorok dan gangguan pernapasan lain pada anak hanya dipicu oleh tonsil atau amandel yang membesar.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 2:11 pm