Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok

    Post  flade on Tue Mar 06, 2012 5:31 am

    Anak Cenderung Hiperaktif Jika Sejak Bayi Sudah Ngorok


    Perilaku anak di masa pertumbuhan sudah bisa diperkirakan sejak masih bayi. Jika sejak bayi sudah sering ngorok dan memiliki masalah pernapasan saat tidur, maka anak tersebut tersebut lebih rentan mengalami kegelisahan dan hiperaktif.

    Menurut penelitian terbaru di Albert Einstein College of Medicine, gangguan pernapasan saat tidur bisa menandakan risiko gangguan perilaku di kemudian hari. Pada anak usia 9-69 bulan, ngorok dan henti napas saat tidur berhubungan dengan risiko hiperaktivitas.

    Jika bayi mulai ngorok pada usia tersebut, maka risikonya untuk menjadi hiperaktif saat berusia 7 tahun meningkat 60 persen. Bahkan ketika kebiasaan ngorok tersebut hilang pada usia 18 bulan, risiko menjadi hiperaktif masih lebih tinggi 40-50 persen.

    Pada bayi-bayi yang mengalami gejala paling buruk dari gangguan pernapasan saat tidur, risiko gangguan perilaku di usia 7 tahun teramati makin tinggi. Hiperaktivitas hanya salah satunya, selain itu masih ada masalah sosial lainnya yang bisa dialami anak-anak tersebut.

    Dalam penelitian tersebut, gangguan pernapasan saat tidur pada bayi juga dikaitkan dengan perasaan gelisah serta\' risiko depresi setelah berusia 7 tahun. Peningkatan risiko depresi dan kegelisahan pada anak-anak yang ngorok sejak bayi teramati 32-65 persen lebih tinggi.

    Meski demikian, risiko gangguan perilaku bukan satu-satunya hal yang perlu dikhawatirkan. Gangguan pernapasan saat tidur lebih banyak berkaitan dengan kualitas tidur, sehingga akan lebih mempengaruhi kebugaran fisik dan mental serta\' daya tahan tubuh anak.

    "Temuan ini menunjukkan, gangguan pernapasan saat tidur butuh perhatian lebih sedini mungkin," kata Karen Bonuck, PhD yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Medpagetoday.

    Pengamatan dan penanganan seperti operasi amandel kadang juga perlu diperlukan untuk mengatasi gangguan pernapasan saat tidur. Dalam beberapa kasus, ngorok dan gangguan pernapasan lain pada anak hanya dipicu oleh tonsil atau amandel yang membesar.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 9:26 am