Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Awas, Diet Tinggi Protein Bisa Berbahaya untuk Ginjal

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Awas, Diet Tinggi Protein Bisa Berbahaya untuk Ginjal

    Post  ariana on Wed Mar 07, 2012 9:05 am

    Awas, Diet Tinggi Protein Bisa Berbahaya untuk Ginjal


    Saat ingin menurunkan berat badan, banyak orang lebih memilih makanan yang tinggi protein karena dapat mengurangi rasa lapar. Namun hati-hati, bagi orang yang memiliki risiko sakit ginjal, hindari diet tinggi protein karena bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

    "Diet dengan makan protein dipilih karena dapat menahan rasa lapar. Pada pasien obesitas, harus diperiksa dulu fungsi ginjalnya sebelum melakukan diet protein. Kalau tidak, nanti pasien jadi kurus tapi akhirnya harus transplantasi ginjal," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Pers 'Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!' di Hotel Akmani.

    Orang yang menderita sakit ginjal harus mengurangi makanan yang tinggi protein karena protein akan menghasilkan ureum (hasil metabolisme potein), yang dapat memperberat kerja ginjal.

    "Selain itu, semakin tinggi protein maka jumlah kalsium dan asam urat (uric acid) dalam urine akan meningkat. Sedangkan kita tahu bahwa kalsium dan asam urat adalah faktor pemicu pengkristalan urine yang menyebabkan batu ginjal," jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri).

    Sebenarnya, lanjut dr Dharmeizar, saat mengonsumsi protein tubuh juga akan menghasilkan sitrat yang dapat mencegah batu ginjal. Sayangnya, jumlah sitrat yang dihasilkan kalah banyak dari kalsium dan asam urat sehingga potensi merusak ginjal tetap ada.

    "Solusinya, kalau Anda banyak makan protein maka perbanyak juga minum air putih. Atau untuk menetralkan bisa dengan minum soda," tutup dr Dharmeizar.

    Batu ginjal dalam istilah kedokteran dikenal sebagai Nephrolithiasis atau renal calculi. Penyakit ini terjadi akibat adanya massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menimbulkan penyumbatan atau juga infeksi. Batu tersebut bisa terbentuk di ginjal maupun di kandung kemih.

    Penyebab dari pembentukan batu itu bervariasi, ada yang disebabkan oleh asupan kalsium dan asam urat yang tinggi. Penyebab lainnya adalah kandungan sitrat yang relatif kecil di dalam urine. Dan kurangnya minum air putih.

    Gejala dari penyakit ini sulit terdeteksi. Namun biasanya si penderita akan mengalami rasa nyeri di perut bawah. Gejala lain antara lain warna urine pekat, nyeri punggung, mual, muntah, perut menggelembung, demam, menggingil, dan ada darah di dalam air kemih.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:22 pm