Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Pria Gemuk Spermanya Sedikit dan Tidak Bagus

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Pria Gemuk Spermanya Sedikit dan Tidak Bagus

    Post  ariana on Thu Mar 15, 2012 6:04 am

    Pria Gemuk Spermanya Sedikit dan Tidak Bagus


    Kelebihan berat badan banyak dikaitkan dengan penyakit gangguan metabolisme, jantung dan penyempitan pembuluh darah. Selain buruk bagi diri sendiri, obesitas juga berakibat buruk bagi pasangan. Pria dengan kelebihan berat badan atau obesitas lebih berisiko menjadi tidak subur.

    Sebuah penelitian di Paris menemukan bahwa pria yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas lebih besar kemungkinannya menghasilkan sperma yang sedikit atau spermanya kurang berkualitas ketika dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal.

    "Penelitian kami sangat menyarankan bahwa kelebihan berat badan mempengaruhi produksi sperma. Temuan ini nampaknya membantu menjelaskan mengapa wabah obesitas secara global meningkat seiring menurunnya kesuburan pria," kata peneliti, dr Sébastien Czernichow, kepala departemen nutrisi di Ambroise Paré University Hospital di Paris seperti dilansir myhealthnewsdaily.com.

    Czernichow dan rekan-rekannya mengumpulkan data dari 14 penelitian sebelumnya terhadap hampir 10.000 orang pria. Para peneliti memeriksa jumlah sperma setiap peserta penelitian dan membandingkannya dengan indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan ukuran kegemukan tubuh yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan. Pria dengan IMT lebih dari 25 dianggap mengalami kelebihan berat badan dan IMT lebih dari 30 dianggap obesitas.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicine ini menemukan bahwa di antara orang-orang dengan berat badan normal, hanya 24 persen yang memiliki jumlah sperma sedikit dan 2,6 persen yang spermanya tidak berkualitas. Namun pada pria dengan kelebihan berat badan, 25,6 persen memiliki jumlah sperma yang rendah dan 4,7 persen tidak memiliki sperma yang layak. Di antara pria obesitas, 32,4 persen memiliki jumlah sperma yang rendah dan 6,9 persen tidak memiliki sperma yang layak.

    Hubungan ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa jaringan lemak mengubah hormon testoteron pria menjadi hormon wanita, estrogen. Makin banyak jaringan lemak, maka testoteron yang diubah menjadi estrogen semakin banyak.

    "Mungkin juga ada cara lain yang bisa menjelaskan hubungan ini. Hormon leptin yang diproduksi oleh sel lemak dapat merusak sel-sel sperma atau sel-sel yang memproduksi sperma. Bisa juga karena banyaknya jaringan lemak meningkatkan suhu di dalam skrotum sehingga merusak sel sperma," kata dr Czernichow.

    Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami pengaruh obesitas terhadap sel sperma. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan hubungan yang beragam dan dianggap para peneliti sebagai analisis yang kurang valid karena adanya data yang hilang dan jumlah sperma bukanlah ukuran yang sempurna untuk menghitung kesuburan pria.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 12:20 am