Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Today at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Senyawa Gula yang Bikin Anak Tidak Tulalit

    Share

    derinda

    82
    23.07.11

    Senyawa Gula yang Bikin Anak Tidak Tulalit

    Post  derinda on Tue Mar 20, 2012 6:41 am

    Senyawa Gula yang Bikin Anak Tidak Tulalit


    Otak adalah organ yang memiliki sekitar 50.000 koneksi sel saraf. Sejak dalam kandungan, jaringan sel otak selalu mengalami perkembangan. Semakin banyak koneksi yang ada di otak, semakin baik fungsi otak. Perkembangan jaringan otak mengalami penurunan setelah mencapai usia 11-12 tahun. Maka, usia balita dan anak-anak merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan otak.

    Untuk menjaga fungsinya, kadar glukosa dalam darah di otak harus selalu terpenuhi. Hal ini penting pada anak-anak sekolah mengingat aktivitas belajar dan banyaknya kegiatan yang dijalani. Di sinilah salah satu fungsi penting sarapan, yaitu memberikan asupan karbohodrat atau glukosa untuk beraktivitas dan belajar hingga siang hari.

    "Sarapan penting untuk memperbaiki kemampuan memperhatikan, memahami, memecahkan masalah, dan menjaga daya ingat. Nutrisi bagi otak juga memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kinerja otak," kata Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, SpA(K), pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara Scientific Media Briefing mengenai Manfaat Isomaltulosa bagi Perkembangan Kognitif Anak di Hotel Pullman.

    Dr Saptawati menjelaskan, energi yang dihasilkan dari pembakaran glukosa saat sarapan hanya bertahan untuk 1 jam saja. Setelah energinya habis, biasanya akan merasakan lapar dan lemas. Pada anak-anak, efek ini lebih kentara karena anak-anak membutuhkan energi yang sangat besar. Akibatnya, pada jam-jam menjelang siang, kebanyakan anak-anak sudah tidak fokus dengan pelajaran atau tulalit.

    Untuk menjawab persoalan ini, Fakultas kedokteran Universitas Indonesia melakukan penelitian terhadap senyawa gula yang disebut isomaltulosa. Senyawa ini merupakan turunan dari sukrosa. Berbeda dengan gula biasa, isomaltulosa membutuhkan waktu 3 jam untuk diproses oleh tubuh. Akibatnya, energi yang dihasilkan dari pembakaran gula juga dapat bertahan hingga selama itu.

    Penelitian yang dilakukan dr Saptawati dan rekan-rekannya ini menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi susu diperkaya isomaltulosa lebih lama rentang perhatiannya. Artinya, anak-anak ini mampu lebih lama memperhatikan pelajaran dan memiliki kemampuan otak yang lebih baik.

    Energi yang dihasilkan isomaltulosa tidak sebesar yang dihasilkan dari gula biasa karena tidak menyebabkan lonjakan besar dalam gula darah. Dengan kata lain, indeks glikemiknya rendah dan aman untuk penderita diabetes. Namun karena isomaltulosa termasuk dalam senyawa gula, pennggunaannya tetap harus diperhatikan.

    "Otak hanya membutuhkan 10% dari total kalori, jadi kalo konsumsinya terlalu banyak ya tetap bisa berisko. Susu yang diperkaya istumaltulosa sebaiknya cukup diminum 2-3 kali sehari. Untuk anak yang berisiko diabetes harus dibatasi," kata dr Saptawati.



      Waktu sekarang Tue Jan 24, 2017 6:12 pm