Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Jangan Pajang Foto Bayi di Facebook untuk Hindari Penculik

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Jangan Pajang Foto Bayi di Facebook untuk Hindari Penculik

    Post  rizka on Sat Mar 24, 2012 2:43 am

    Jangan Pajang Foto Bayi di Facebook untuk Hindari Penculik


    Teknologi memberi manusia kemudahan dalam melakukan aktivitas dan bersosialisasi. Tapi teknologi juga memudahkan orang melakukan tindak kejahatan. Salah satu contohnya adalah kebiasaan para ibu-ibu muda untuk memajang foto bayinya di akun Facebook. Tindakan ini dituding bisa mencelakakan anak.

    "Banyak ibu senang jika foto-foto anaknya dipajang di Facebook. Ternyata, hal ini memberi peluang para penculik untuk mencelakakan anak. Maraknya kasus penculikan sekarang juga salah satunya disebabkan kecerobohan ini sehingga orangtua menjadi makin paranoid," kata Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam diskusi bersama media di Plaza Bapindo.

    Arist menuturkan, jika dulu para penculik harus sering memantau korban-korban yang akan diculik, maka hanya dengan cukup memantengi Facebook penculik dapat mencari korban dengan mudah. Apalagi data mengenai pekerjaan dan kesibukan orangtua juga dapat diketahui lewat Facebook. Kebanyakan kasus penculikan memang terjadi saat orangtua sedang lengah dan membiarkan anak tanpa pengawasan.

    Untuk menyiasati hal ini, maka pengaturan keamanan di akun Facebook juga harus diperketat. Foto-foto bayi dan foto-foto lain yang bersifat pribadi sebaiknya diatur agar hanya dapat dilihat oleh keluarga, kawan, atau orang-orang tertentu yang dipercaya sehingga tidak semua orang dapat melihatnya.

    Tak hanya Facebook, televisi juga dituding memiliki andil dalam membentuk perilaku buruk anak. Berbagai tayangan seperti sinetron dan reality show saat ini tidak memberikan pemahaman yang baik kepada anak mengenai nilai-nilai moral dan lebih banyak berefek negatif.

    "Komisi Nasional Perlindungan Anak pernah memantau 13 stasiun TV swasta di Indonesia. Hasilnya, 62% di antaranya menayangkan perilaku kekerasan yang dapat membuat anak-anak menirunya. Berbagai adegan kekerasan ini dijumpai di sinetron dan tayangan-tayangan film lainnya," kata Arist.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 12:23 am